BPCB Banten Temukan Bangunan Diduga Dinding dan Gerbang Srimanganti

Serang (17/9/2019) Satubanten.com –  Setelah tiga bulan melakukan ekskavasi, Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten banyak menemukan benda cagar budaya. Diantaranya, dinding dari Srimanganti, pondasi keraton, hingga temuan lepas lainnya berupa keramik dan berbagai mata uang peninggalan China hingga Belanda.

Penanggung Jawab Pengupasan Kegiatan Ekskavasi BPCB Mimi Lumbiyantari mengatakan, belum lama ini timnya telah menemukan dinding bagian dalam Srimanganti. Namun, masih dalam dugaan, karena masih membutuhkan analisis dan kajian secara mendalam terhadap temuan tersebut.

“Kalau Srimanganti, kemarin itu kami temukan diduga dinding bagian dalam. Kemudian, ada pintu gerbang Srimanganti dan bekas lantai. Temuan itu juga dugaan saat ini merupakan benda yang sejak dulu tidak berpindah tempat. Atau masih ditempat semula, sejak masanya hingga hari ini. Baru dinding saja,” ucapnya kepada wartawan,  Selasa (17/9)

Ia menjelaskan, selama melakukan ekskavasi di halaman Keraton Surosowan, banyak temuan benda cagar budaya. Salah satunya sebuah batu berbentuk segi empat dengan diameter sekitar satu meter lebih. Saat ini dugaan sementara, benda itu disebut dengan Yoni.

Sebelumnya, benda tersebut diduga tambatan perahu, karena berada tak jauh dari kanal. Namun, setelah dilihat dan diamati, pihaknya kembali menduga kalau itu adalah Yoni. Sebab, terdapat ukiran dan memiliki lubang ditengah bagian atas. Mirip seperti Yoni yang merupakan pasangan Lingga.

Lingga-Yoni ini merupakan lambang kesuburan. Biasanya, diletakkan di wilayah pertanian atau pemujaan para petani pada masa itu. “Dugaannya adalah tambatan perahu, tapi dugaan yang terbaru itu adalah Yoni. Karena kalau tambatan perahu kok ada motifnya raya, jadi ada semacam relief. Kemudian, batunya juga bukan andesit, tapi metamorf, tidak keras,” ujarnya.

Selain itu ada banyak pipa cangklong buatan eropa yang ditemukan oleh timnya. Ada beberapa dugaan terkait penemuan benda tersebut. Diantaranya, salah satu bangunan di halaman keraton diduga merupakan gudang penyimpanan cangklong. Atau bahkan, ada ruangan khusus untuk tamu atau tempat merokok yang disediakan sultan pada masa itu. (SBS/02)

You might also like
Comments
Loading...