BPBD Banten Prioritaskan Program Tahun 2024 Dampak Dari Kekeringan

34

Serang, Satubanten.com,- Berdasarkan catatan BPBD Provinsi Banten, pada tahun 2023 lalu, bencana kekeringan terjadi di 58 kecamatan di Provinsi Banten. Kecamatan paling banyak dan paling parah mengalami kekeringan ada di Kabupaten Lebak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Nana Suryana mengatakan melalui Whats. BPBD Banyen bersama stakholder telah melakukan koordinasi, dan membuat rencana kontijensi bencana kekeringan di Provinsi Banten.

Prioritas utamanya adalah antisipasi dampak kekeringan seperti kekurangan air bersih, kekeringan lahan pertanian, kebakaran hutan dan lahan serta penyakit menular, Sampai saat ini belum ada laporan terjadi kekeringan. Ungkap nya

Nana menambahkan. Dalam Program Tahun 2024 ini meliputi Kesiap siagaan, kedaruratan serta rehabilitasi dan rekonstruksi.

Semua program pada poin 3 merupakan prioritas. Tapi kita prioritaskan Program kesiap siagaan, yang merupakan upaya mitigasi dalam rangka mengurangi resiko terjadinya korban jiwa jika terjadi bencana.

Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi akibat kekeringan dan banjir yang struktural (bersifat fisik) dilaksanakan oleh instansi teknis terkait yaitu Dinas Pertanian, Dinas PRKP, Dinas PUPR, dan instansi terkait lainnya.

Untuk yang non struktural dilaksanakan oleh BPBD Banten melalui peningkatan partisipasi aktif masyarakat yang terdampak dalam upaya penanggulangan bencana. Ungkap nya.

Comments are closed.