BPBC Banten Temukan Struktur Bangunan Anak Tangga Baru Di Surosowan

Serang, (14/9/2019) Satubanten.com- Tim Ekskavasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten kembali menemukan struktur bangunan di situs Banten lama berupa anak tangga di sebelah utara Keraton Surosowan, Kecamatan Kasemen, Kota .

Penanggung Jawab Pengupasan Kegiatan Ekskavasi BPCB Mimi Lumbiyantari mengatakan, anak tangga tersebut ditemukan pada tim ekskavasi yang bertugas pada 2 September hingga 8 September. “Iya, itu tim minggu lalu. Jadi tepatnya ditemukan pada tanggal 8 September. Jadi dilanjutkan dengan tim minggu ini,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (14/9).

Ia menjelaskan, ada enam anak tangga yang ditemukan oleh tim lapangan pada kedalaman sekitar dua meter. Anak tangga tersebut diduga digunakan sebagai perlintasan keluar dan masuknya seseorang menuju kanal, karena menurut catatan sejarah kesultanan Banten dikelilingi oleh kanal. Kemudian dari enam anak tangga, satu diantaranya berada di dalam air.

“Nah itu dugaan saat ini, sementara adalah tangga menunju kanal. Jadi ditemukan tepat berada dibawah kedalaman dua meter. Satu anak tangga terendam air, jadi jumlahnya ada enam anak tangga. Kemudian, dugaan kami, masih ada anak tangga lainnya yang belum kami temukan saat ini,” ujarnya.

Selain itu, penemuan anak tangga ini juga memperkuat bahwa Keraton Surosowan lebih luas dari apa yang nampak hari ini. “Sebenarnya ada beberapa tahap pembangunan, seperti era sultan A di bangun, era B di bangun lagi, yang saya lihat seperti itu,” tuturnya.

kegiatan  Ekskavasi yang dilakukan pada pertengahan bulan Juni sampai pertengah Oktober 2019 ini pun telah menemukan beberapa temuan yakni temuan lepas dan temuan insitu. Mulai dari pecahan keramik, gerabah, pipa cangklong, hingga mata uang dari berbagai negara.

“Temuan lepas itu banyak seperti mata uang, pecahan-pecahan gerabah, kramik dan masih banyak lagi. Sedangkan temuan insitu itu berupa struktur bangunan dan yang paling baru adalah temuan anak tangga ini,” ucapnya.

Sementara, Pelaksana Lapangan dari BPCB Banten Yanuar Mandiri mengatakan, banyaknya temuan pipa cangklong tersebut belum diketahui fungsi sebenarnya. “Pipa cangklong ini banyak ditemukan. Akan tetapi fungsinya itu belum diketahui. Apakah hanya untuk rokok, atau candu. Dan ini dibuat oleh eropa,” katanya.

Ia juga menjelaskan, ada berbagai mata uang yang ditemukan. Namun, masih sama seperti minggu sebelumnya, hanya saja ada penambahan. “Masih sama, ada mata uang China, Banten, VOC, dan Belanda. Kalau mata uang Banten itu dugaannya ketika masa kesultanan Maulana Muhammad. Dan mata uang Banten 98 persen terbuat dari tembaga. Kami sudah cek menggunakan alat thermo fischer scientific xrf,” tuturnya. (SBS)

You might also like
Comments
Loading...