Bontot Khas Pontang

Oleh : Erni Wasiah, Mahasiswi Pendidikan Agama Islam Semester 2, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Serang (20/06/2019) SatuBanten. News – Siapa yang tak kenal bontot? Saya mengenal makanan bontot sejak masih kecil, yang cocok menjadi hidangan dalam acara apa saja. Makanan bontot ini banyak diproduksi di daerah Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.

Tapi, tahukah anda? bontot ini juga salah satu makanan yang banyak disukai oleh sebagian masyarakat Serang. Karena, dengan rasanya yang nikmat. Serang merupakan kota yang kaya akan kulinernya, yaitu salah satu nya makanan bontot ini. Bontot dibuat dengan bahan utamanya yaitu ikan payus, yang dicampur dengan tepung, air dan bumbu-bumbu tertentu.

Yang dibentuk persegi panjang, kemudian dikukus beberapa jam. Setelah matang, barulah bontot khas pontang ini dapat diangkat dan diolah lebih lanjut. Anda dapat membelinya dengan harga 10rb ukuran kecil, dan 20rb ukuran besar.

Jika ingin menyantap makanan bontot ini, anda harus menggorengnya terlebih dahulu. Setelahnya, barulah bisa disantap dengan dikasih saus kacang, tomat, cabai, tergantung selera yang anda inginkan. Tetapi, bontot akan lebih nikmat jika dikonsumsi dalam keadaan hangat, yang aroma ikan payusnya, terasa kuat menendang di lidah. Dengan suasana kumpul bersama keluarga dan kerabat akan semakin hangat ditemani makanan ini.

Nah, kebayang dong gimana rasanya
makanan bontot itu. Bontot merupakan makanan khas pontang, yang banyak diproduksi di daerah Domas. Seperti sudah dikatakan, bahwa bontot dibuat dengan bahan utama yakni ikan payus. Warga setempat, biasanya memperoleh ikan payus ini di Empang-empang. Hasilnya, selain dijual dalam bentuk ikan segar di pasar-pasar, ikan payus juga dijadikan sebagai bahan baku makanan bontot dan kerupuk payus (olahan dari kerupuk payus).

Makanan bontot ini belum begitu dikenal khalayak ramai, khususnya warga serang sendiri. Karena memang belum adanya upaya lebih serius oleh pemerintah dalam pengembangan makanan ini. Meski begitu, bontot ini tidak akan berubah rasanya yang renyah, gurih dan kenikmatan lainnya akan selalu melekat pada makanan bontot ini. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...