Boeing 737 Selesaikan Perbaikan Simulator Penerbangan

Paska mendapat pelarangan terbang di berbagai negara, Boeing 737 mengoreksi perangkat penerbangannya. Meski tidak menyebtkan dengan jelas bahwa telah terjadi kesalahan pada perankatnya, namun Boeing mengatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan pengembangan perangkat lunak yang diperbarui untuk 737 MAX. Pengembangan tersebut telah melalui Uji Simulator dan Uji Penerbangan.

Perbaikan tersebut meliputi informasi tambahan untuk menjawab permintaan Administrasi Penerbangan Federal (FAA). Layanan baru ini juga mencakup mencakup perincian tentang bagaimana pilot berinteraksi dengan kontrol dan tampilan pesawat dalam berbagai skenario penerbangan. Selanjutnya perbaharuan ini akan diajukan kepada FAA untuk uji sertifikasi final.

“Dengan keamanan sebagai prioritas utama kami, kami telah menyelesaikan semua uji terbang rekayasa untuk pembaruan perangkat lunak dan sedang mempersiapkan penerbangan sertifikasi akhir,” kata Boeing Chairman, President and Chief Executive Officer Dennis Muilenburg.

BACA JUGA : Pemerintah Indonesia Larang Boeing 737 Max 8 Terbang Permanen

Sebagai salah satu perusahaan penerbangan terbesar, Boeing sadar bahwa perusahaanya menjadi andalan bagi banyak pihak. sebagai sarana transportasi  massal yang diandalkan tentu faktor utama menjadi hal yang paling utama diperhatikan. Oleh karena itu Boeing berkomitmen untuk memberikan segala fasilitas untuk menjamin keamanan penerbangan.

“Kami berkomitmen untuk memberikan FAA dan regulator global semua informasi yang mereka butuhkan, dan untuk memperbaikinya. Kami membuat kemajuan yang jelas dan mantap dan yakin bahwa 737 MAX dengan perangkat lunak MCAS yang diperbarui akan menjadi salah satu pesawat teraman yang pernah terbang,” imbuhnya.

BACA JUGA : Mengenal Mesin CFM LEAP – 1B Pada Pesawat Boeing 737 Max 8 JT-610

Setelah pesawat Boeing 737 Max yang berlogo maskapai Lion Air mengalami kecelakaan pada Oktober 2018 lalu, ternyata pesawat dengan jenis yang sama juga kembali mengalami kecelakaan pada Maret lalu. Kali ini kecelakaan menimpa pesawat ET 302 milik Ethiopian Air. Bahkan yang terbaru, pada 3 Mei lalu kecelakaan kembali terjadi di Jacksonvile. Pesawat Boeing 737-800 milik Miami Air International tersebut mengalami overspeed saat melakukan landing dan berkhir ke sungai. Kecelakaan yang terjadi berulang di berbagai negara dan dalam jangka waktu yang tidak begitu lama tentu menjadikan Boeing berkomitmen untuk memperbaiki untuk memperbaiki reputasi Boeing sendiri.

“Kecelakaan hanya meningkatkan komitmen kami pada nilai-nilai kami, termasuk keselamatan, kualitas, dan integritas, karena kami tahu kehidupan bergantung pada apa yang kami lakukan,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

 

You might also like
Comments
Loading...