BMKG Sebut Sebab 53 Gempa Maluku Disebabkan Deformasi Batuan

Jakarta (25/06/2019), Satubanten.com – Gempa tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Kabupaten Maluku Barat Daya diikuti oleh 5 gempa susulan hingga, Selasa (25/06) dini hari. Guncangannya gempa tersebut dirasakan hingga ke Denpasar, Bima, Manokwari, Wamena, bahkan sampai Kota Darwin di Australia.

Usai merasakan guncangan karena gempa tersebut, warga dari bangunan-bangunan diseluruh kota Darwin dievakuasi. Warga Darwin melaporkan meja-meja bergetar. Beruntung tidak ada laporan kerusakan atau korban luka-luka akibat gempa tersebut.

BMKG menjelaskan itu berpusat di laut 289 km arah barat laut Saumlaki, sekitar Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Gempa berpusat di kedalaman 220 km. Ketua BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Perlu kami sampaikan juga informasi mengenai gempa bumi tektonik di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, yaitu tepatnya pusat gempa di Laut Banda, tidak berpotensi tsunami,” kata Dwikorita Karnawati saat konferensi pers di Gedung C, Kompleks BMKG, Jl. Angkasa 1, Gunung Sahari, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2019) seperti dikutip Detik.com.

Beberapa badan meteorologi berbeda dalam merekam kekuatan gempa tersebut. BMKG merekam gempa dengan magnitudo 7,4. Sedangkan CNN menyebut gempa ini bermagnitudo 7,3. Biro Meteorologi Australia merekam magnitudo 7,2 melalui cuitan lewat akun Twitternya, @BOM_au.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi menengah akibat aktifitas subduksi (zona) Laut Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan geser,” lanjutnya.

Sementara itu, pihak BMKG menerangkan bahwa sebab gempa tersebut dikarenakan adanya deformasi pada batuan dengan mekanisme pergeseran. Mekanisme ini merupakan fenomena yang wajar dan alamiah.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Laut Banda ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip fault),” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam keterangannya. (IBC/SBS032)

 

You might also like
Comments
Loading...