BMKG Kerjasama Dengan BPPT Segera Pasang Tiga Alat Buih Tsunami Di Selat Sunda

Pandeglang (10/4/2019) Satubanten.com  – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan Badan Pengkaji dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam waktu dekat akan memasang tiga alat buih pendeteksi gelombang Tinggi atau Tsunami di wilayah Selat Sunda.

Hal ini dikatakan oleh Deputi Bidang Geofisika BMKG , Muhammad Sadly, saat memberikan pemaparan pada kegiatan Sekolah  Lapang bagi masyarakat dan unsur terkait lainnya untuk terkait kesiapan dalam mitigasi bencana, Di Tanjung Lesung , Selasa (9/4).

“Alhamdulilah Badan Pengkaji dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan kami akan memasang alat Buih Tsunami buatan dalam negeri generasi ketiga pada hari Rabu besok. Dari tiga itu, satu di dekat Anak Gunung Krakatau (AGK) dan yang lainnya di wilayah Mega Trush Selat Sunda,” kata Muhamad Sadly dikutip laman Humas Pandeglang

Muhammad Sadly menjelaskan  jika bencana tsunami hampir 95% terjadi diakibatkan oleh gempa tektonik, namun tsunami yang terjadi akibat erupsi gunung itu hanya terjadi beberapa persen saja.

Sadly melanjutkan, hingga saat ini belum ada negara manapun yang menggunakan alat pendeteksi tsunami yang diakibatkan oleh erupsi gunung atau vulkanik. Alat ini nantinya bisa mendeteksi jika terjadi gelombang tinggi.

“Apabila terjadi gelombang tinggi, alat tersebut akan segera mengirim sinyal peringatan ke pusat BMKG, karena kami melakukan pantauan selama 24 jam tujuh hari kerja,” ujarnya.

Terkait status Anak Gunung Krakatau, wewenangnya ada di oleh Badan Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) dan buakn BMKG, Namun ,  seperti diketahui  status Gunung Anak Krakatau sekarang sudah diturunkan  menjadi waspada.

” Jarak aman sekarang 2 km dari kawah gunung, sedangkan jarak dari gunung ke bibir pantai itu 50 km, jadi saya kira ini sudah cukup aman tapi tetap waspada,” jelasnya. (SBS02)

You might also like
Comments
Loading...