BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi Tanggulangi Isu Tsunami Anyer

Cilegon (22/12/2013), Satubanten.com – Warga sekitar pantai Anyer, Tanjung Lesung, Merak dan Bakaheuni, Lampung dihebohkan oleh berita terjadinya gelombang tsunami di area tersebut. Namun hingga berita ini dirilis belum ada berita resmi dari lembaga terkait tentang terjadi tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahkan menyebut bahwa gelombang tersebut hanya gelombang pasang air laut.

“BMKG tidak mencatat adanya gempa yang menyebabkan tsunami malam ini. Yang terjadi di Anyer dan sekitarnya bukan tsunami, melainkan gelombang air laut pasang. Terlebih malam ini ada fenomena bulan purnama yang menyebabkan air laut pasang tinggi. Tetap tenang,” tutur BMKG melalui media sosial twitter @infoBMKG.

Baca Juga : Heboh Tsunami Pantai Anyer, Ini Kata BMKG

Melalui release resminya, Rahmat Triyono, S.T selaku Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menyebutkan bahwa berdasarkan analisis sinyal seismik tidak terdapat sinyal gempa bumi. Hasil pengukuran Tide Gauge atau alat pendeteksi tsunami yang dipasang di perairan sekitar anyer menyebutkan angka yang relatif rendah.

“Berdasarkan analisis sinyal seismik tidak didapatkan adanya rekaman gempabumi pada waktu yang berdekatan dengan waktu terjadinya tsunami di sekitar Banten dan Lampung,” tutur Rahmat.

Baca Juga : BMKG : Peristiwa Tsunami di Pantai Barat Banten Tidak Dipicu Oleh Gempa Bumi

Hasil pengukuran Tide Gauge dalam release tersebut antara lain di Tide Gauge Serang tercatat pukul 21.27 WIB ketinggian 0.9m, di Tide Gauge Banten tercatat pukul 21.33 WIB ketinggian 0.35m. Sedangkan di Tide Gauge Kota Agung Lampung tercatat pukul 21.35 WIB ketinggian 0.36m dan di Tide Gauge Pelabuhan Panjang tercatat pukul 21.53 WIB ketinggian 0.28m.

Peringatan gelombang tinggi juga dikeluarkan oleh BMKG. Terdapat pola tekanan rendah 1008 hPa di Samudra Pasifik utara Papua Barat. Pola angin umumnya bergerak dari barat – barat laut pada wilayah Indonesia bagian utara dengan kecepatan angin berkisar antara 5 – 20 knot, sementara di bagian selatan Indonesia angin bergerak dari barat daya – barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 – 25 knot. Salah satu kawasan yang berpotensi terdampak antara lain Samudra Hindia Selatan hingga NTT.

Baca Juga : Ombak Besar Terjang Pesisir Selat Sunda, Warga Mengungsi Karena Takut Tsunami

Selain BMKG, Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Pandegalng dan Kabupaten Serang juga merilis himbauan serupa untuk menenangkan masyarakat. Dalam himbauannya tersebut Pusdalop menyebutkan bahwa gelombang besar tersebut terjadi karena gelombang tinggi biasa, dan bukan tsunami.

“Gelombang laut yang terjadi saat ini diakibatkan oleh gelombang tinggi biasa, bukan tsunami karena tidak ada kejadian gempa yang menyebabkan terjadinya tsunami,” begitu bunyi himbauan Pusdalops BPBD Kabupaten Pandeglang.

Sementara itu, peringatan cuaca buruk dan angin kencang juga sempat dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Maritim Lampung. “Waspada kecepatan angin dapat mencapai >20 Knots di wilayah Selat Sunda Bagian Utara dan Peraran Timur Lampung”. Peringatan ini berlaku hingga tanggal Minggu 23 Desember 2018 esok. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...