BMKG Himbau Waspadai Gelombang Tinggi, Warga Pesisir Labuan Pandeglang Mengungsi

SERANG, Satubanten.com – Badan, Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis adanya gelombang tinggi di beberapa perairan Banten. Hal ini disebabkan karena Pola angin di Wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara – Barat Daya dengan kecepatan 4-18 knot, sedangkan di wilayah Selatan Indonesia dari Timur – Tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.

Sedangkan untuk kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Selatan Jawa, Perairan Kep. Leti hingga Kep. Babar, Laut Arafuru dan Perairan P.Yos Sudarso hingga selatan Merauke. Kondisi inilah yang mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Kepala Seksi Data dan Informasi  BMKG Kelas 1 Serang, Tarjono mengatakan bahwa pihaknya selalu merilis data tinggi gelombang. Data ini dimaksudkan untuk dapat diteruskan kepada masyarakat sesuai dengan tupoksinya lembaga masing-masing.

“Kalau kami mengeluarkan peringatan dini memang untuk diteruskan baik oleh BPBD, Polairud, Balawista dan yang lainnya,” tuturnya.

BACA JUGA : Marak Kecelakaan Di Pantai, Wisatawan Diduga Tak Waspadai Gelombang Tinggi

Menurut data tinggi gelombang tersebut, Perairan selatan Banten akan mengalami peningkatan gelombang ombak yang sangat tinggi yakni 4 – 6 meter. Sementara itu inggi gelombang yang sama juga berpotensi terjadi di Samudera Hindia selatan Banten.

Untuk itu BMKG menghimbau masyarakat yang hendak melaut untuk memperhatikan kondisi tersebut. Karena untuk kondisi kecepatan angin lebih dari 27 knot dan ketinggian gelombang lebih dari 4 meter, kapal yang aman digunakan hanya jenis kapal besar seperti kapal Kargo atau Pesiar.

Sedangkan untuk kapal Tongkang, Fery dan Kapal Tradisional meurut BMKG tidak disarankan untuk keselamatan nelayan yang akan melaut. Selain menghibau para nelayan, BMKG juga menghimbau warga yang tinggal di pesisir agar tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi tersebut.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” imbuhnya.

Sementara itu, Farhan salah seorang warga melaporkan bahwa adanya gelombang tinggi tersebut, membuat warga yang tinggal di pesisir Labuan yakni Kampung Laba, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang  pergi mengungsi. Warga awalnya mengira bahwa gelombang tinggi tersebut adalah Tsunami, namun akhirya terbukti hanya gelombang tinggi.

“Gara gara (gelombang tinggi) ini warga pesisir pantai di Labuan Pandeglang banten pada ngungsi, semoga tidak terjadi apa-apa,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...