BMKG Himbau Masyarakat Tetap Waspada Retakan GAK Picu Tsunami

Jakarta (05/01/2019), Satubanten.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali menghimbau masyarakat agar tetap waspada paska Tsunami yang terjadi di Selat Sunda dan menerjang daerah Lampung dan Banten. Beberapa sebelumnya BMKG mengatakan telah mengamati 2 retakan baru di area puncak Gunung Anak Krakatau paska erupsi yang terjadi pada tanggal 24 Desember 2018. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi lereng atau tebing dasar laut GAK.

Dalam release yang dikeluarkan BMKG, Sabtu (05/01), masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi Tsunami yang dapat ditimbulkan oleh longsoran susulan dari GAK. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Ir. Muhamad Sadly, M. Eng. melalui release tersebut juga mengatakan bahwa zona waspada tsunami masih diterapkan dalam radius 500 m dari tepi pantai yang berada pada elevasi rendah (elevasi kurang dari 5 m di atas permukaan laut).

Masyarakat juga diminta terus memonitor perkembangan informasi terkait kewaspadaan bahaya tsunami, melalui website, aplikasi mobile dan media sosial InfoBMKG, serta memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui aplikasi MAGMA INDONESIA agar tidak terpancing dengan informasi atau isu yang menyesatkan. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...