Blair Terancam Sebagai Penjahat Perang

London (7/1/2015), SatuBanten – Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair terancam menghadapi tuduhan kejahatan perang di Irak. Laporan dari Sir John Chilcot terkait invasi Inggris ke Iraq mengemuka dan mengancam kedudukan Blair.

Lord Dykes, rekan Tony Blair menyarankan kepada parlemen untuk menunda penerbitan hasil penyelidikan Chilcot terhadap invasi Inggris 2003 yang memecah belah Irak. Menurut Dykes, Blair telah menjadi korban taktik yang disengaja untuk memperpanjang penderitaannya atas masalah ini.

Dikutip dari The Telegraph, Dykes mengatakan; “Bukankah laporan aib ini harus terus ditunda, karena begitu banyak waktu telah berlalu.”

Dykes angkat bicara setelah parlemen mengambil kesimpulan apakah pembicaraan pribadi antara Blair dengan Presiden AS George W Bush harus dimasukan ke dalam laporan Chilcot.

Sir John Chilcot menyelidiki peran Inggris dalam Perang Irak. Hasil penyelidikan kemungkinan tidak akan dipublikasikan sampai usai Pemilu, Mei 2015. Chilcot membutuhkan enam tahun untuk mengkompilasi pernyataan keluarga tentara Inggris yang tewas di Irak. (Ahmad/BSB/B01)

You might also like
Comments
Loading...