BKSDA Jabar Amankan Ratusan Burung di Pelabuhan Merak

Merak (29/11/2018), Satubanten.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah 1 Jabar kembali mengamankan ratusan burung dalam operasi Lintas Satwa bersama Balai Karantina dan Protecting Indonesia’s Birds Jakarta, Selasa (27/11) di Dermaga Penyeberangan Pelabuhan Merak, Banten. Puluhan burung tersebut merupakan burung yang diselundupkan dari Sumatra ke berbagai wilayah di daerah pulau Jawa.

Operasi yang dilakukan pada Rabu dini hari tersebut merupakan tindak lanjut dari operasi sebelumnya. Dalam operasi yang dilakukan pada Sabtu (17/11) tim gabungan Karantina Cilegon juga mengamankan ratusan burung di SPBU Serang. Truk yang mengangkut burung ilegal tersebut memang sudah menjadi incaran badan karantina sejak seminggu sebelumnya.

Dalam Operasi Lintas Satwa yang dilakukan BKSDA bersama Badan Karantina di Merak juga masih ditemukan beberapa burung yang masuk dalam kategori burung yang dilindungi. Hal ini diungkapkan oleh Jay, salah satu Polisi Hutan yang bertugas di Cagar alam Rawa Danau.

“Dari operasi ini didapat banyak burung, beberapa dari hasil pengamatan kita sekilas tadi ada juga beberapa jenis burung yang dilindungi,” tuturnya.

Maraknya pasar burung terutama di Pulau Jawa menjadikan kasus penyelundupan burung ini menjadi marak. Burung-burung ini diselundupkan baik dari Kalimantan maupun Sumatra ke daerah Jawa melalui jalur laut. Oleh karena itu tidak heran jika banyaknya operasi lintas satwa yang digelar di dermaga-dermaga baik Tanjuk Perak Surabaya maupun Pelabuhan Merak.

Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak, Polair, dan BKSDA Jawa Timur menjadi pasukan garis depan dalam perburuan penyelundupan burung liar di daerah Jawa Timur. Pasar yang potensial adalah kota besar seperti Surabaya. Sejak tahun 2015, situs berita lingkungan Mongabay Indonesia merilis berita bahwa Surabaya menjadi sasaran penyelundupan burung liar dari Kalimantan.

Banten, sebagaimana Surabaya juga menjadi jalur utama penyelundupan Burung dari daerah Sumatra. Pasar yang disasar oleh penyelundupan burung tersebut tentu saja kota besar seperti Tangerang dan Jakarta. Kota-kota ini merupakan pasar pitensial bagi peredaran burung langka dan burung yang jadi primadona di pasaran.

Burung-burung hasil sitaan BKSDA, Badan Karantika tersebut selanjutnya akan dipilah. Beberapa yang tidak masuk sebagai kategori burung yang dilindungi akan dilepas liarkan di Pulau Burung atau di Rawa danau. Sedangka burung-burung yang dilindungi akan dikarantika dan mendapatkan perawatan khusus.

“Nantinya burung-burung ini akan kita rilis di Pulau Burung atau di Rawa Danau, dan untuk burung-burung yang dilindungi akan dikarantina dulu di Badan Karantina Cilegon,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...