Biar Tidak Jenuh, Lapas Klas IIA Serang Beri Pelatihan ke WBP

Serang (30/07/2019) Satubanten.com,- Penjara bukan lagi menjadi lokasi menyeramkan dan menjenuhkan. Di dalam jeruji besi, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Klas IIA Serang, Banten, mendapatkan berbagai macam pelatihan. Mulai dari kerajinan lidi, kayu limbah hingga bubuk Jahe Merah.

Produknya, dijual ke pengunjung lapas dan masyarakat luas. Hasil penjualannya, dibagi dua antara WBP dengan pengelola lapas sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Diruangan kerajinan tangan berukuran sekitar tiga kali empat meter, WBP membuat berbagai kerajinan tangan berbahan baku lidi, kayu limbah dan bambu.
Kerajinan tangan yang bisa mereka buat seperti angklung, hiasan dinding berbentuk kupu-kupu dan binatang lainnya. Setidaknya membuat WBP memiliki aktifitas agar tidak jenuh di penjara.

“Kalau yang binaan saya ada empat orang, tapi banyak (WBP) dari blok lain yang datang kesini untuk belajar. Ada bikin angkulung, kerajinan dari anyaman lidi daun kelapa sawit, yang bahan baku nya dari Lebak,” kata WBP Lapas Klas IIA Serang, Dedi, saat ditemui di dalam lapas, Selasa (3/7/2019).

Produknya dihargai mulai dari Rp8 ribu untuk satu piring dari anyaman lidi, tempat kue Rp15 ribu, keranjang buah Rp25 ribu hingga lampu hias seharga Rp50 ribu.

Bagi hasil dari keuntungan penjualan, 35 persen untuk biaya produksi, 15 persen untuk PNBP dan 50 persennya diperuntukkan bagi WBP.

“Kesulitannya kita bahan baku (lidi pohon sawit). (Bagi hasil) Dikasih (ke WBP) setiap kali penjualan. Harapannya keluar dari sini (Lapas Klas IIA Serang) punya bekal (keahlian dan modal). Barang baku (lidi kelapa sawit) nya dari Malingping. Dipasarkan juga ke perusahaan catering yang membutuhkan piring lidi,” kata Kasubsi bimbingan kerja Lapas Klas IIA Serang, Sukar, saat ditemui diruangannya, Selasa (30/07/2019).

Selain membuat kerajinan tangan berbahan baku lidi, ada juga jahe merah bubuk dalam bungkus sachet, yang diproduksi secara manual oleh para WBP Lapas Klas IIA Serang.

Hasil produksinya, dipasarkan ke pengunjung maupun ke luar Lapas Klas IIA Serang dalam kemasan 20 gram hingga 250 gram dengan merk dagang Laser Banten.

Di dalam lapas, mereka memiliki kebun jahe merah yang tak begitu luas. Jika sudah di anggap memadai untuk di produksi, para WBP akan memanen jahe tersebut. Jahe nya kemudian dibersihkan, diparut hingga halus kemudian diperas sari nya.

“Jahe merah di (buat) tahun 2015, pencetus nya Kalapas Serang. Jahe merah instan namanya Laser Banten. Kita perodukai sesuai permintaan atau sekali produksi paling 2 kg, biar fresh. Kalau di akumulasi sekitar 10 kg setiap bulan,” kata staff pengelolaan hasil kerja Lapas Klas IIA Serang, Dwi Riyanto, ditempat yang sama. (SBS/009)

You might also like
Comments
Loading...