Berkah Zakat, Dulu Jualan Buah Kini Jadi Bos Konveksi

 Satubanten.com- Memiliki bisnis sendiri yang berjalan dengan baik, bisa menjadi impian banyak orang.  Inilah yang tengah dirasakan oleh Agus Setiawan (29) yang sebelumnya tidak dia bayangkan sama sekali. Wajar saja, karena Agus hanya berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan sementara ibunya seorang ibu rumah tangga. Namun, meski lahir dari kondisi keluarga yang pas-pasan Agus bisa bangkit dan sekarang menjelma menjadi pengusaha.

Saat ini Agus memiliki dua usaha konveksi dengan brand Ajus Clothing. Lokasi pertama ada di tanah kelahirannya di Cianjur. Sementara konveksi kedua berada di Kota Bogor yang saat ini terpaksa ditutup sementara akibat pandemi. Agus juga memberdayakan teman dan saudaranya untuk menjadi karyawan yang saat ini berjumlah empat orang. Dari hasil usahanya ini Agus pernah memperoleh omzet puluhan juta rupiah perbulan ketika orderannya sedang tinggi. Klien konveksi Agus datang dari berbagai instansi swasta dan BUMN, dan pernah mengirim orderan hingga ke wilayah Nduga, Papua.   

Pernah Jualan Buah di Pasar

Kepiawaian Agus menjalankan bisnisnya ternyata memang sudah ditempa sejak remaja. Kondisi perekonomian keluarga yang serba pas-pasan membuat Agus berpikir keras agar bisa membantu orang tuanya. Selepas SMA karena tak ada biaya untuk melanjutkan kuliah, Agus memutuskan untuk berjualan buah di Pasar Muka Cianjur yang sekarang sudah jadi Alun-alun Cianjur. Anak ke-5 dari 7 bersaudara ini berjualan selama enam bulan dari pagi hingga sore.  

Selain itu Agus juga pernah bekerja di restoran, perusahaan fashion muslim ternama, hingga jualan nasi uduk. Dari hasil usaha yang ia jalankan itu, hasilnya ia berikan untuk orang tua serta untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.  

Menjadi Santri Rumah Gemilang Indonesia

Saat masih berjualan di pasar, Agus diajak salah seorang kerabatnya untuk mendaftar jadi santri Rumah Gemilang Indonesia (RGI), program LAZ Al Azhar yang fokus pada pelatihan keterampilan bagi generasi muda duafa. Ketika mengetahui kabar tentang RGI Agus tampak bersemangat dan langsung tancap gas mengikuti proses seleksi. Alhamdulillah ia diterima menjadi santri di angkatan ke-10 pada tahun 2014.

Selama enam bulan Agus mengikuti pelatihan secara gratis di Kelas Tata Busana. Di sini ia belajar berbagai hal tentang fashion, bagaimana cara memilih bahan yang bagus, mendesain, membuat pola, hingga menjahit menjadi satu pakaian yang siap dipakai. Tak sekadar itu, Agus juga belajar ilmu etika bisnis serta keterampilan menulis agar semakin menambah bekal Agus dalam menghadapi dunia kerja ketika lulus dari RGI.

Di RGI Agus juga diajarkan ilmu agama agar ketika lulus para alumninya tak hanya bisa sukses dari segi materi tapi juga memiliki akhlak yang mulia dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Ilmu-ilmu inilah yang membentuk mental dan kepribadian Agus semakin matang dan mampu menjadi pengusaha seperti sekarang.

Punya Tekad Kuat untuk Terus Belajar

Selepas dari RGI, Agus tak merasa puas dengan ilmu yang dimilikinya. Ia terus memperkaya pengetahuannya lewat koleksi buku-buku, acara seminar serta diskusi bersama pengusaha lainnya. Hingga saat ini pun ia masih terus aktif belajar karena ia sadar semakin banyak ilmu yang dia dapat, semakin meningkat juga kualitas kepribadiannya.  

Ingin Berbagi Ilmu, dan Lebih Go Digital 

Kesuksesan yang diraih Agus saat ini, ia sadari karena banyak peran dari berbagai pihak, bukan hasil kerja kerasnya sendiri. Hal itu yang memotivasi Agus agar ke depan dia bisa membagi ilmu yang ia miliki saat ini terutama tentang dunia konveksi kepada masyarakat luas. 

“Saya pernah diundang jadi pemateri tentang praktek sablon di BNPT (Badan Nasional Pemberantasan Terorisme) juga di sekolah-sekolah. Jadi saya juga pengen ngajarin ilmu ini untuk adik-adik kelas saya di RGI”, jelasnya. 

Menurut Agus prospek bisnis di dunia konveksi masih sangat bagus. Jadi, dia ingin para santri RGI mampu menjadi pemain di bisnis ini. 

Agus juga berharap usaha konveksi Ajus Clothing-nya bisa terus berkembang dan diterima masyarakat. Ia ingin melebarkan saya di ranah digital. Meski sebenarnya saat ini sudah masuk ke ranah itu, tapi menurutnya itu masih belum maksimal.  

Pesan Agus kepada generasi muda adalah agar selalu semangat belajar dan berani bermimpi. Sebab menurutnya permasalahan umum para remaja saat ini adalah kemalasan, serta ingin mencapai sesuatu yang serba instan. “Semoga generasi muda dan para santri RGI yang saat ini sedang belajar kelak bisa menjadi generasi yang sukses, yang bisa menghasilkan banyak manfaat untuk banyak orang”, harapnya (Sbs11/Siti Adidah dari tim Digital Komunikasi LAZ Al Azhar )

 

You might also like
Comments
Loading...