Benarkah Gunung Anak Krakatau Sudah Aman ?

Serang (23/1/2019) Satubanten.com – Beredarnya foto-foto Warga Negara Asing (WNA) yang nekat memasuki batas area terlarang Gunung Anak Krakatau membuat masyarakat menjadi bertanya-tanya.  Sudah amankah Gunung Anak Krakatau ?

Dari Informasi yang di himpun Satubanten.com dari berbagai sumber, Selasa (22/1), delapan WNA itu berasal dari Komunitas Pecinta Gunung Berapi asal Perancis yang tertarik mengexplore Gn Anak Krakatau pasca erupsi yang menyebabkan Tsunami di Banten dan Lampung.

Kedelapan WNA tersebut tidak memakai Guide lokal untuk sampai ke kawasan Gunung Anak Krakatau tersebut. Mereka hanya menyewa Speed boad dan berangkat dari kawasan pantai Carita.

Beredarnya foto tersebut ditanggapi beragam oleh masyarakat, salah satunya adalah Asrory (45), penggiat Wisata yang puluhan tahun menjadi guide di Gunung Anak Krakatau.

“Foto tersebut sebenarnya melegakan buat kami penggiat wisata Gn Anak Krakatau, membuktikan bahwa anak krakatau sudah aman, dari segi aturan jelas mereka melanggar , namun, dari sisi informasi sangat menguntungkan buat kami pelaku wisata.” ujarnya.

Seperti diketahui, pasca erupsi dan tsunami yang menerjang kawasan Banten dan Lampung, wisatawan yang berkunjung ditempat wisata dari Anyer hingga Ujung Kulon mengalami penurunan drastis. Masyarakat masih takut dan trauma dengan kejadian yang merenggut 400 lebih korban jiwa tersebut.

“Kalau Anak Krakatau sudah aman, masyarakat jadi tidak takut lagi datang kesini, Wisata bisa kembali normal”. harap Asrory.

Sementara itu, berdasarkan Jurnal Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode 20-21 Januari 2019 masih terjadi 5 kali gempa Vulkanik dalam (VA), 5 kali gempa hembusan dan tremor menerus.

Sampai saat ini Gunung anak Krakatau masih berada pada status Siaga level III, PVMBG masih merekomendasikan agar masyarakat tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 Km dari kawah.

Kawasan yang terlarang yaitu didalam Komplek Gunung Anak Krakatau yang dibatasi oleh pulau Rakata, Pulau Sertung dan Pulau Panjang. (SBS/02)

You might also like
Comments
Loading...