Belajarlah dari Sisi Positif dan Negatif

Oleh : Sirozudin, Jurusan PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Serang (19/06/2019) SatuBanten. News – Belajar adalah suatu proses atau upaya yang dilakukan setiap individu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku, baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai positif sebagai suatu pengalaman dari berbagai materi yang telah dipelajari.

Ada dua sisi dalam belajar, belajar dari sisi negatif dan belajar dari sisi positif, semuanya harus kita pelajari. Belajar tidak hanya dalam sekolah tapi juga dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan keluarga ataupun di lingkungan masyarakat.

Misalnya seperti dalam suatu kutipan, “jika engkau tahu disakiti itu tidak enak maka janganlah menyakiti, jika engkau tahu dicurigai itu tidak enak maka jangan mencurigai, jika engkau tahu diperlakukan secara tidak adil itu tidak menyenangkan maka jangan perlakukan orang secara tidak adil, jika engkau tahu dikasari itu tidak enak maka janganlah engkau mengkasari.”

Jadi kita harus bersama-sama mengatakan hidup adalah pelajaran, jika engkau disakiti maka belajar, jika engkau di fitnah maka belajar, jadikan hal-hal yang menyakitkan itu sebagai pelajaran kehidupan untuk membuat kita lebih maju, lebih kuat, lebih tumbuh, lebih dewasa, dan lebih baik dari sebelumnya.

Jika kita mempunyai sifat negatif, jadikanlah sifat tersebut menjadi sifat positif dalam belajar. Misalnya, kita punya sifat iri kepada seseorang yang pintar atau orang yang hebat dalam menguasai bidang tertentu, maka kita diperbolehkan menjadikan sifat iri tersebut menjadi penyemangat dalam belajar dan membuat kita termotivasi olehnya.

Belajarlah dan Iqro’ (bacalah, analisis). Lihatlah ulat berubah menjadi kepompong dan berubah menjadi kupu-kupu. Ulat jalannya pelan, kemudian berubah menjadi kupu-kupu yang bisa terbang kemana-mana, seakan-akan menikmati kemerdekaan yang luar biasa dalam hidupnya. Ulat menjadi kupu-kupu harus melewati proses kepompong terelebih dahulu, tanpa proses tersebut, ulat tetap ulat sampai mati.

Begitupun dengan kehidupan manusia. Bila ingin hidupnya berubah menjadi lebih baik, harus melewati proses terlebuh dahulu, seperti ulat yang menjadi kepompong. Dalam proses tersebut pastilah banyak sekali rintangan yang menghadang, dibalik rintangan pastilah ada sebuah kemudahan.

Seperti firman Allah QS. Al-Insyirah ayat 5-7 : Artinya : karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.

Tidak ada orang yang berhasil tanpa belajar, tidak ada orang yang pintar tanpa belajar, tidak ada orang yang berpengalaman tanpa belajar. Orang hebat itu adalah orang yang mau belajar, belajar dalam hal apapun. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...