Belajar Mandiri, Kuliah Sambil Usaha

Kuliah sambil usaha mungkin sudah tidak asing lagi di benak kita, melakukan kegitan belajar sambil mencari uang. Hal ini yang di lakukan oleh salah satu mahasiswa di universitas di Kota Serang, Indah Jati mulai membuka usahanya sejak setengah tahun yang lalu. Dia mencoba untuk membuat minuman yang berbahan dasar dari pudding. Ide itu muncul dalam pikirannya ketika dia ingin membeli suatu barang dan tidak memiliki cukup uang, saat itulah dia mencoba membuat panganan tersebut karena dinilai tidak membutuhkan banyak modal dan tenaga.

Dawdaw begitu panggilannya akrabnya akhirnya terus menekuni dan mendalami tentang dunia usaha. Terinspirasi dari nama panggilannya, Dawdaw kemudian memberi nama pudding buatannya dengan Pudaw yang artinya Pudding Sedot Dawdaw. Selain nama yang unik, dia juga membuat kemasan yang lucu-lucu dan juga menarik. Karena pangsa pasarnya lebih didominasi oleh kaum perempuan yang menyukai hal unik nan lucu.

Pudaw dengan ukuran 250 mili tersebut memiliki banyak varian rasa, seperti melon, leci, jambu, mangga hingga coklat dan strawberry. Selain berjualan Pudaw, Dawdaw juga berjualan cilok kuah dan es kenyot di rumahnya. Semangatnya untuk menjadi seorang pengusaha terus dia asah, bahkan dia melakukan semuanya hanya seorang diri.

Diawal pagi Dawdaw sudah berangkat ke pasar untuk berbelanja semua kebutuhan dagangannya. Dan sepulangnya dari kampus dia membuka dagangan di depan rumah. “Pagi-pagi saya wajib ke pasar buat belanja bahan-bahan dagangan. Nah, malamnya saya buka dagangan di depan rumah. Saya juga yang ngelayanin pembeli,” kata Dawdaw sambil tersenyum. Untuk cilok yang dibuatnya selalu dadakan agar hangat dan nikmat.

“Apalagi kalo lagi ada pesenan cilok, itu saya bikinnya dadakan. Karena kan gak tahan lama ya kalo cilok, terus malemnya selesai jualan, saya bikin es kenyot tuh di plastikin kan dibungkusin, masukin freezer biar besok pagi udah jadi es, tinggal dijual deh,” cerita Dawdaw sambil berbincang.

Lanjut Dawdaw, dia tidak pernah merasa terbebani dengan apa yang sudah dia pilih saat ini. Justru dirinya merasa bangga, dengan segala keterbatasan hingga saat ini dia sudah bisa mencari pundi-pundi rupiah secara mandiri.

Untuk bisa menikmati segarnya Pudaw buatan Dawdaw tak perlu merogoh kocek yang dalam. Cukup dengan Rp 10.000 sudah bisa mendapatkan satu buah Pudaw ala Dawdaw yang sudah terjamin tanpa ada tambahan bahan kimia berbahaya.

Sedangkan untuk es kenyot, dia jual dengan harga Rp 1.000 per buahnya, dan untuk cilok kuah Dawdaw jual seharga Rp 10.000 per porsinya. “Dalam setiap usaha pasti ada naik turunnya. Kalau saya pribadi lebih memilih untuk pembelajaran saja, karena setiap kegagalan atau kesulitan pasti ada hikmah yang bisa dipetik,” tutur Dawdaw dengan penuh rasa syukur.

Dirinya begitu bangga bisa membantu perekonomian di keluarganya, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri dengan hasil keringat dan kerja kerasnya. (SBS/Hose)

You might also like
Comments
Loading...