Belajar Ekonomi Islam Melalui Comic Life

Oleh :

Sayuti Darajat

Guru PAI dan Budi Pekerti SMAN 1 Kota Serang

 

Salah satu materi pembelajaran yang ada dalam kurikulum 2013 pada kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah Prinsip-prinsip dan praktik ekonomi Islam. Tujuan mempelajari materi ini siswa dapat menerapkan prinsip-prinsip ekonomi yang sesuai dengan kententuan syariat Islam dan dapat bekerja sama dalam menegakkan prinsip-prinsip dan praktik ekonomi sesuai dengan syariat Islam.

Dalam proses pembelajaran biasanya para guru banyak mengunakan dalam pembelajarannya menggunakan metode ceramah dan diskusi. Guru menjelaskan materi tersebut dimulai dari pengertian, konsep dasar dari ekonomi Islam dan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari atau menngkondisikan siswa untuk membuat powerpoint materi tersebut dan mendiskusikan di kelas.

Dalam berbagai pengalaman teman-teman guru menceritakan bahwa pembelajaran yang mengunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi tersebut, umumnya kurang menarik dimata para peserta didik. Ini dapat dilihat dari respon mereka terhadap proses pembalajaran yang sedang berlangsung. Ada sebagaian diantara mereka yang menguap, mencoret-coret buku tulis dan lain-lain sebagainya. Untuk mengatasi tantangan tersebut penulis menerapkan pola pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) dengan mengunakan metode pembelajaran comic life.

Apa itu comic life?.
Comic life adalah Suatu Software untuk membuat komik yang cepat, simple, present dan tense. Belum banyak yang tahu akan keberadaan comic life ini. Dari namanya saja Comic Life (Komik Hidup) berarti ditunjukan hanya untuk orang-orang yang masih hidup. Komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Biasanya, komik dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk buku tersendiri. Wikipedia (2011).
Kelebihan Komik
Dalam penerapannya penggunaan komik dalam pendidikan memiliki berbagai sisi positif. Pertama, komik meningkatkan motivasi peserta didik. Hutchinson (1949) melakukan eksperimen dalam kurikulum sekolah yang dinamakan Puck the Comic Weekly, menemukan bahwa 74%dari guru yang disurvey mengatakan bahwa komik memotivasi siswa dalam belajar. Kedua, komik memanbantu visualisasi proses pembelajaran. Dalam komik, gambar dan teks memiliki kekuatan yang seimbang dalam memberikan informasi urutan kesinambungan scenario cerita. Ketiga, komik memberikan hasil belajar yang lebih permanen.
Hal ini disebabkan karena komik memberikan waktu kepada pembuat dan pembaca untuk memperhatikan secara detail gambar dan teks yang ada dalam cerita. Selain itu komik mengandung seluruh kompleksitas belajar. Pembuat komik dituntut untuk menggunakan kemampuan verbal, spasial dan kreativitas dalam proses pembuatan komik. Dan keempat, pembuatan komik dengan program Comic Life dapat merangsang peserta didik untuk membuat pembelajaran yang menarik. Dengan komik peserta didik mengambarkan cerita dari materi ekonomi Islam dengan berbagai karakater secara lebih hidup dari pada sekedar tugas biasa.

Program aplikasi komik ini yang memenangkan penghargaan untuk mengkreasikan komik, program ini juga dapat menghasilkan berbagai gambar, foto, kartu dan sebagainya. Comic life juga mempermudah pengguna untuk membuat layout halaman dengan menggunakan templates yang telah tersedia. Templates tersebut berupa kotak-kotak untuk menempatkan gambar atau foto serta bentuk bentuk teks dengan berbagai pilihan. Penyimpanan hasil dari pembuatan komik bisa menggunakan berbagai format gambar seperti HTML, images, photo album dan format pdf.

Lembar kerja yang ada pada comic life tersusun dari menu bar, berisi berbagai macam menu dasar untuk menjalankan tugas. Menu, disusun berdasarkan topik. Tool bar, berisi gambar yang dapat di klik untuk memerintahkan sesuatu. Page edit aera, lembar kerja utama pembuatan komik. Reasource area, menyediakan akses menuju kumpulan foto dalam tempat penyimpanan komputer dan kolom halaman sebagai elemen dasar pembuatan komik. Element well, berisi elemen-elemen komik seperti balon kata dan teks. Sedangkan page organizer berfungsi untuk melihat seluruh halaman yang telah kita buat dalam komik. (Grant,2009).

Langkah-Langkah
Dalam pembelajaran dengan menggunakan metode comic life langkah pertama yang dilakukan adalah dengan membentuk kelompok dengan jumlah anggota 5-7 orang. Kedua, pembagian sub materi dari ekonomi Islam diberikan kepada masing-masing kelompok untuk dilakukan pendalaman materi dan menemukan kalimat pokok atau kalimat kunci yang akan dijadikan fokus pembuatan naskah teks materi komik. Ketiga, membuat skenario cerita berdasarkan kalimat atau kata kunci dari masing-masing sub materi. Keempat, membuat adegan foto yang disesuaikan dengan skenario cerita yang telah dibuat.
Kelima, memasukan foto dan cerita dalam templates pada aplikasi Comic Life. Keenam, convert komik (merubah) yang sudah dibuat dalam format penyimpanan dengan mengatur resolusi dan kualitas komik yang paling tinggi dan terakhir save.

Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan media comic life terlihat peserta didik lebih antusias karena mereka belum pernah melakukan kegiatan ini sebelumnya baik di mata pelajaran yang lain. Peserta didik lebih aktif untuk bertanya dan berdiskusi baik di dalam kelompok maupun di kelas.

Hal ini terlihat ketika penulis memberikan kesempatan untuk berkonsultasi dalam jam pelajaran, semua kelompok menggunakan kesempatan ini. Rata-rata setiap kelompok untuk bertanya dalam jam pelajaran adalah satu sampai tiga kali bertanya atau mengembangkan ide-ide barunya. Dalam bertanya atau konsultasi di jam pelajaran, peserta didik yang bertanya dan berpartisipasi tidak didominasi oleh beberapa siswa saja, dapat dikatakan hampir sebagian besar peserta didik berpartisipasi dalam bertanya. Namun demikian, masih ada beberapa siswa yang kurang berpartisipasi baik dalam bertanya maupun dalam proses pembelajaran di kelas, tetapi berpartisipasi dalam kelompok.

Walhasil, dengan variasi metode dan media yang digunakan dalam pembelajaran ini membuat peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang luas dan bervariasi sehingga mereka berminat dan aktif dalam pembelajaran di kelas. Ditambah produk komik yang telah dibuat bisa dibukukan dan bernilai ekonomis. (***)

You might also like
Comments
Loading...