Begini Lucunya Badak Jawa Kalau Sedang Berendam di Kubangan

UJUNG KULON, Satubanten.com — Penampakan Badak menjadi salah satu pemandangan paling ditunggu dan dicari, terutama Badak Jawa yang konon ada di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).

Baru-baru ini seekor badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) tertangkap kamera video trap dengan durasi 2 menit 15 detik di kubangan air terjun Blok Cigenteur Taman Nasional Ujung Kulon.

Video penampakan Badak yang diberi nama Musofa itu pertama kali diunggah oleh Menteri  Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar melalui kanal instagram pribadinya.

“Saya mendapat kiriman video trap dari Taman Nasional Ujung Kulon, aktivitas badak di habitatnya,” tuturnya.

View this post on Instagram

Begini nih Lucunya Badak Jawa Kalau Lagi Berendam di Kubangan… Seekor badak Jawa (Rhinocerus sondaicus) ini tertangkap kamera video trap dengan durasi 2 menit 15 detik di kubangan air terjun Blok Cigenteur Taman Nasional Ujung Kulon. . Badak ini berjenis kelamin jantan diperkirakan berusia ± 7 tahun dan sedang melakukan aktivitas berkubang dan guling-guling di kubangan. . Aktivitas ini dilakukan badak untuk menjaga suhu dan kelembaban tubuh, pemenuhan mineral, mengurangi parasite dan untuk beristirahat. . Biasanya dilakukan setidaknya 2 kali dalam sehari dengan durasi terlama sampai dengan 3 jam. . Yuk kita terus jaga dan sayangi populasi badak. Menjaga dan mencintai mereka sama dengan menjaga dan mencintai Indonesia. . credit from Bu Menteri @siti.nurbayabakar @tnujungkulon

A post shared by Satu Banten News (@satubantennews) on

 

 

 

Menurut keterangan Siti Nurbaya, Badak tersebut berjenis kelamin jantan dan diperkirakan berusia ± 7 tahun.

Musofa diketahui tertangkap layar kamera trap saat sedang melakukan aktivitas berkubang dan guling-guling di kubangan.

Aktivitas tersebut menurut Siti dilakukan badak untuk menjaga suhu dan kelembaban tubuh, pemenuhan mineral, mengurangi parasite dan untuk beristirahat.

“Biasanya dilakukan setidaknya 2 kali dalam sehari dengan durasi terlama sampai dengan 3 jam,” imbuhnya.

Hingga saat ini menurut Siti, populasi Badak Jawa di Indonesia sampai dengan tahun 2019 sebanyak 72 individu dengan komposisi 39 jantan dan 33 betina.

Memurut Siti, hingga saat ini upaya-upaya konservasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon dilakukan melalui perlindungan dan pengamanan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon melalui patroli rutin.

Selain itu dilakukan monitoring Badak dan pembinaan habitat (Rhino Monitoring Unit), penanaman dan pemeliharaan pakan Badak Jawa di Semenanjung Ujung Kulon, serta berbagai upaya lainnya.

“Yuk kita terus jaga dan sayangi populasi badak. Menjaga dan mencintai mereka sama dengan menjaga dan mencintai Indonesia,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...