BBM Naik, Nelayan Panimbang Enggan Melaut

Panimbang (1/12/2014), SatuBanten – Sejumlah nelayan di Pantai Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang meradang. Mereka memilih tidak melaut, karena mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini.

Sikap para nelayan yang memilih tidak melaut kiranya bukan tanpa sebab. Itu mengingat kenaikan harga BBM jenis solar saat ini, justru dibarengi dengan turunnya harga ikan laut.

Herman salah satu nelayan di Citeureup mengungkapkan bahwa ia dan rekan-rekannya memilih bertahan di rumah daripada harus melaut namun akan merugi.

“Bagaimana kami mau melaut, harga ikan turun, sedangkan harga solar naik. Ini membuat kami memilih untuk tidak melaut,” ungkapnya kepada SatuBanten, Ahad (30/11/2014).

Herman mengaku tidak berani berspekulasi. Itu karena dia khawatir keuntungan yang didapat dari ikan hasil tangkapan, justru tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan.

Diakuinya, kenaikan harga BBM solar hingga Rp. 2.000 per liter, sangat memberatkan mereka para nelayan. Karena modal yang harus dikeluarkan untuk terjun melaut jadi semakin besar.

Diakuinya, untuk sekali melaut, perahu kecil yang ditumpanginya membutuhkan sekira 40 liter solar. Sementara harga ikan hasil tangkapan tidak naik dan justru cenderung turun.

“Kami bingung dengan kondisi ini. Padahal, satu bulan ke depan merupakan musim paceklik ikan, karena bertepatan dengan musim hujan. Sekarang, buat bertahan hidup terpaksa utang di warung dan bekerja jadi buruh serabutan,” ujarnya.

Akbar dan nelayan lainnya di Pantai Citeureup berharap, kenaikan harga BBM juga diikuti dengan kenaikan harga ikan atau ada kebijakan lain yang bisa meringankan beban nelayan serta kaum nelayan juga bisa bisa hidup lebih layak. (Roni/B07)

You might also like
Comments
Loading...