Baznas Kota Cilegon Gelar Seminar Zakat

Cilegon (27/12/14), satubanten.com – Basna Kota Cilegon mengadakan seminar tentang Zakat dengan tema “Optimalisasi Peran Baznas Dalam Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat” beberapa waktu lalu. Hal ini dilakukan sebagai upaya mensejahterakan masyarakat yang kurang mampu di Cilegon. Dalam seminar ini dihadiri juga oleh, perwakilan Baznas Pusat teten Kustiawan dan 142 orang perwakilan satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemkot Cilegon, pejabat Badan Usaha Milik Daerah/Swasta/Negara (BUMN/S/N) beserta tamu undangan.

Acara yang dibuka langsung oleh Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi, Walikota juga memberikan penghargaan bagi SKPD, pemerintah, kecamatan, sekolah dan perusahaan sebagai penghimpunan dana Zis atau Upz terbaik. Kategori SKPD terbaik diberikan kepada Dinas Kesehatan, kategori perusahaan diberikan kepada PT Sankyu Indonesia. Untuk kecamatan diberikan kepada Pemerintah kecamatan Citangkil, untuk kategori sekolah diberikan kepada SMP 6 Cilegon. Zakat award diserahkan kepada pemenang oleh walikota Cilegon yang juga ketua Baznas Cilegon. “ dengan diberikan zakat Award  semoga dapat memacu semangat para muzaki untuk membayar zakatnya,” ujarnya Iman.

Iman Mengatakan Iman, aturan zakat termaktub dalam Undang – undang Nomor 23/2011 tentang pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah Nomor 14/2014 tentang pelaksanaan UU Nomor 23/2011 tentang Pengelola zakat, juga diberlakukanya instruksi Walikota Cilegon Nomor 04/2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat di satuan Kerja Perangkat daerah ( SKPD), BUMN, BUMD, dan BUMS melalui Baznas Kota Cilegon. 

Antara lain agar, melakukan sosialisasi dan penyelbarluaskan informasi mengenai zakat kepada seluruh pegawai/PNS yang beragama islam dilingkungan instansi masing – masing , PNS yang beragama islam di Lingkungan Pemerintah Kota Cilegon wajib dipotong zakat profesinya sesuai dengan instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3/2014. Untuk golongan III keatas sebesar 2.5 persen dari gaji bruto, sedangkan untuk golongan II kebawah infaq, shodaqoh sebesar Rp. 20 ribu.” Instruksi ini bersifat wajib. Diharapkan penerimaan zakat lebih optimal dalam pengumpulan dan pemanfaatannya demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan,” Tandasnya Iman.(B14/Boim)

You might also like
Comments
Loading...