Bank Banten Berikan Bantuan Ambulance dan Kompor Gas Bagi Korban Tsunami Kecamatan Sumur Pandeglang

Pandeglang, (23/07/2019)- Satubanten.com-  Bank Pembangunan Provinsi Banten (Bank Banten) memberikan bantuan ambulance dan kompor gas bagi korban tsunami Kecamatan Sumur. Hal ini terungkap saat Bupati Pandeglang Irna Narulita bertemu dengan Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa, Selasa (23/7) di Pendopo.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, ambulance ini akan mengangkat drajat kesehatan masyarakat setempat.”Ini dapat menginspirasi bagi stake holder lainnya. Kami atas nama pemerintah dan masyarakat mengucapkan terimakasih,” ucapnya.

Menurutnya, kehadiran perbankan pada dasarnya untuk mendorong kemajuan ekonomi masyarakat salah satunya bank banten.”Dan semoga eksistensi bank banten di dunia perbankan bisa lebih maju dan berkembang untuk meraih kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan adalah berupa 1 unit mobil ambulance dan 100 kompor gas beserta tabung. Dikatakan Direktur Utama Bank Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa, pemilihan ini hasil koordinasi dengan wilayah Kecamatan Setempat. “Sebelum kami menyalurkan bantuan ini lebih dulu koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Camat, akhirnya ambulance dan kompor gas yang dibutuhkan,” ungkap Fahmi.

Untuk dana yang digunakan, Fahmi menjelaskan, jika pihak bank banten dari mulai tanggal 23 desember 2018 pasca tsunami hingga 23 mei 2019 membuka rekening donasi selat sunda. Dari hasil perhimpunan itu, terkumpul uang kurang lebih 229 juta rupiah.”Ini merupakan uang dari masyarakat yang mendonasikan uang nya untuk korban tsunami. Dan pada saat kejadian tsunamipun kami langsung menurun kan tim tanggap darurat kelokasi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Sumur Ade Supriatna mengatakan, kalau bantuan ambulance ini sangat tepat sekali, pasalnya, satu ambulance dari dua yang dimiliki Puskesmas kondisinya rusak. “Kita memang punya dua ambukance, satu digunakan untuk refferal pasien (merujuk) dan satu lagi untuk operasional namun kondisinya rusak,”ujarnya. “Yang baru ini kita gunakan untuk melayani masyarakat. Yang bekas reoral nanti kita gunakan untuk operasional puskesmas,” terangnya.(Sbs/011/Rls)

You might also like
Comments
Loading...