Banding Ditolak, Pengacara Atut Belum Tentukan Sikap

Jakarta (16/1/2014), SatuBanten – Setelah putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta yang menolak permohonan banding mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Choisyah. Alhasil, Atut tetap dipenjara sesuai amar putusan Pengadilan Tipikor Jakarta, yaitu selama 4 tahun penjara.

Palu hakim memutuskan Atut dijatuhi hukuman 4 tahun penjara karena terbukti menyuap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar sebesar Rp 1 milliar dengan dakwaan kasus untuk memenangkan gugatan salah satu pasangan calon bupati dalam pilkada Lebak yaitu adanya pemilihan ulang di daerah tersebut.

“Menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 44/PID.SUS/TPK/2014/PN.JKT.PST tanggal 1 September 2014 yang dimintakan banding tersebut,” putus majelis banding sebagaimana dilansir website PN Jakpus, Kamis (15/1/2015).

Selain itu, majelis hakim juga menolak tuntutan jaksa yang meminta agar Atut diberi hukuman tambahan yaitu agar hak politiknya untuk dipilih dan memilih dicabut. Putusan empat tahun penjara terhadap Atut ini lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut Atut 10 tahun penjara dan denda Rp 250 juta.

“Kami sudah mendengar putusannya, namun saya akan bicarakan dulu dengan Bu Atut,” ujar kuasa hukum Ratu Atut, Andi Simangunsong.

Andi mengatakan, pihaknya belum menentukan sikap atas putusan PT DKI yang menyatakan Atut tetap divonis 4 tahun. Dia masih menunggu respon kliennya. (Ahmad/BSB/B01)

You might also like
Comments
Loading...