ASITA Banten Harapkan Wisatawan Gunakan Travel dan Guide Resmi saat Berwisata

Serang (3/12/2019) Satubanten.com – Menjamurnya agen-agen perjalanan baru, khususnya di Banten belakangan ini sebenarnya menjadi sentimen positif bagi perkembangan pariwisata. Namun, apabila agen-agen perjalanan baru ini tidak berbisnis secara legal dan formal, dikhawatirkan mengganggu iklim pariwisata.

Banyaknya kasus-kasus wisatawan ditinggalkan oleh Guide saat berwisata seperti kasus turis Indonesia di Maroko, maupun kasus terbaru tentang meninggalnya wisatawan asal China di Pulau Sangiang Banten saat melakukan aktivitas Diving menjadi perhatian para pelaku wisata.

Untuk itu Assosiasi Travel Agent Indonesia (Asita ) Banten, berharap agar biro perjalanan wisata wajib tunduk terhadap aturan yang ada itu, mereka juga wajib mengikuti standar dan prosedur (SOP) mengenai biro perjalanan wisata.

Menurut Wakil Ketua DPD Asita Banten, Achmad Asrory , Kementerian Pariwisata sendiri telah mempunyai aturan standar prosedur untuk biro perjalanan wisata. Yakni dalam Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI No. 4/2014 tentang Standar Usaha Jasa Perjalanan Wisata. Standar prosedur itu mencakup tiga hal yakni, produk, pelayanan, dan pengelolaan.

“Untuk menjadi agen atau biro perjalanan yang resmi di Indonesia, sedikitnya ada tiga hal yang harus dipenuhi. Pertama, mendirikan Perseroan Terbatas (PT). Kedua, harus memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dan yang Ketiga, harus terdaftar sebagai anggota Asita.” ujarnya.

Terkait maraknya penipuan dan keselamatan wisatawan, Asrory menilai kejadian tersebut bisa terjadi dan menimpa siapapun, baik agen perjalanan resmi maupun tidak resmi. Namun, Ia mengingatkan agar pengguna jasa lebih cermat saat berwisata.

“Kalau mau berwisata, pilih yang sudah memiliki rekam jejak yang bagus. Tentunya agen perjalanannya itu harus legal. Dan setiap wisatawan wajib memakai pramuwisata yang sudah sertifikasi sehingga ada jaminan buat pengguna jasa wisata.” tutur Asrory. (SBS/02)

You might also like
Comments
Loading...