Asa Anak Koin Pelabuhan Merak

Senin, (16/03/2018) Satubanten.com – Nama Pelabuhan Merak biasanya sering disebut-sebut ketika musim mudik tiba. Selain tempat untuk menyebrangi lautan dengan menggunakan kapal, di Pelabuhan Merak juga tempat masyarakat dalam mengais rezeki.

Salah satu nya yang mungkin sudah tidak asing lagi anak-anak yang biasa berenang dengan mencari koin logam. Siang menjelang sore, sekumpulan anak koin beraksi di Dermaga I Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Mereka tak sungkan lompat dari atas kapal ke lautan, untuk mencari receh, dari penumpang kapal.

Namun, keberadaannya, sangat membahayakan jiwa mereka sendiri. Bahkan tak jarang, nyawa harus melayang.

Eko Purwanto (45) Salah satu petugas Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan(Kosatpel) Penyebrangan Merak saat ditemui Satubanten.com “Kami selaku pengawas di pelabuhan, sudah mengingatkan ASDP (Merak), untuk melakukan sterilisasi pelabuhan ini. Karena keberadaannya, sangat mengganggu alur dan sangat beresiko terhadap keselamatan.” Ujarnya.

Keberadaan anak koin di Pelabuhan Merak, sebenarnya telah dilarang, melalui Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 29 tahun 2016, tentang Sterilisasi Pelabuhan.

Mantan anak koin, yang kini bekerja sebagai staff di Transportasi Sungai, Danau dan Pelabuhan (TSDP) Merak, Herdi Muhamad Jaenudin, bercerita kalau, faktor ekonomi lah yang memaksa mereka menjadi anak silem, sebutan lain bagi anak koin.

“Pernah ada temen kena baling-baling (Kapal RoRo), sampai hancur (badannya). Terus ketarik tambang.” kata Herdi.

Namun, bahaya tak dihiraukan oleh anak koin itu. Karena, ekonomi untuk penghidupan keluarga, menjadi tuntutan nya. (Sbs/WL)

You might also like
Comments
Loading...