Anggota MPR RI Jazuli Juwaini: Pancasila Itu Diamalkan Bukan Diutak-Atik

SERANG, Satubanten.com — Anggota MPR RI yang juga Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini melaksanakan kegiatan 4 Pilar yakni Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada masyarakat dan konstituennya,

Acara yang dilakukan di Rumah Aspirasi Serang, Sabtu (20/06) tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol standar kesehatan dan pencegahan Covid-19 yakni dengan memakai masker, menggunakan hand sanitizer dan menjaga jarak (Physical Distancing).

Dalam kesempatan tersebut Jazuli menyinggung soal polemik RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang luas mendapatkan penolakan dari berbagai elemen masyarakat termasuk kalangan ormas besar di Indonesia seperti NU dan Muhammadiyah.

BACA JUGA : Fraksi PKS Tolak TAP MPRS Pelarangan PKI-Komunisme Tak Masuk Dalam RUU HIP

Menurut Jazuli, pangkal permasalahan RUU HIP selian Tidak dimasukannya TAP MPRS XXV/1966 tentang larangan komunisme, adalah adanya upaya untuk mengutak-atik Pancasila yang telah final disepakati pada tanggal 18 Agustus 1945 yang termaktub di dalam Pembukaan UUD 1945.

“Penolakan luas masyarakat atas RUU HIP memberikan pelajaran yang berharga bahwa upaya untuk menjaga Pancasila mendapat dukungan yang sangat luas. Jadi jangan sekali-kali mengutak-atik Pancasila yang sudah final menjadi pemersatu bangsa Indonesia,” kata Jazuli.

Sosialisasi 4 Pilar Dengan Standar Protokol Covid-19 (Foto : SBS032)

Anggota MPR RI dapil Banten ini mengatakan bahwa seluruh rakyat Indonesia tidak boleh lagi berpikir ke belakang. Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara telah final disepakati oleh para pendiri bangsa. Maka menjadi tugas bersama untuk menjaganya dan mengamalkannya secara konsekuen dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Siapa yang pertama kali berkewajiban mengamalkan Pancasila? Adalah para penyelenggara negara, para pemimpin, dan elit politik. Yaitu dengan memberikan keteladanan kepada rakyat, dengan demikian rakyat akan merasakan hadirnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara,” imbuh Jazuli.

Dengan demikian, lanjut Jazuli, rakyat akan meneladani apa yang dicontohkan oleh para pemimpinnya. Meneladani nilai-nilai ketuhanan, maka pemimpin harus lebih taat agama daripada rakyatnya. Demikian juga nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, nilai-nilai persatuan, dan nilai nilai permusyawaratan sehingga terwujud masyarakat yang adil dan sejahtera.

“Kalau pemimpinnya adil, pemerintahannya bertanggung jawab maka rakyatnya akan lebih mudah diatur dan diminta untuk taat pada aturan. Itulah esensi dari upaya menghidupkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Jazuli.

Penyerahan Buku 4 Pilar MPR RI Kepada Warga oleh Jazuli Juwaini (Foto : SBS032)

Sementara itu, Hazami salah seorang warga mengatakan bahwa dirinya beruntung dapat mengikuti Sosialisasi 4 Pilar MPR RI tersebut. Karena dengan demikian di bisa mendapatkan pencerahan terkait polemik RUU HIP yang sekarang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Alhamdulillah hari ini, meskipun dengan standar protokol kesehatan yang ketat begini, akhirnya bisa ikut sesialisasi empat pilar dari Pak Jazuli. Jadi tahu tadi tentang isu RUU HIP dan bagaimana menyikapinya, kan sekarang lagi ramai. Jadi kayak dapat pencerahan langsung, sekali lagi terima kasih kepada pak Jazuli,” pungkasnya. (HRS/SBS)

You might also like
Comments
Loading...