Alokasi Anggaran Minim, 909 Ruang Kelas Masih Rusak di Kabupaten Serang

Serang (5/9/2019) Satubanten.com – Kajian Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) Banten tentang anggaran pendidikan yang mencakup gambaran ruang kelas rusak dan target pembangunan ruang kelas dalam RPJMD 2016-2021 Kabupaten Serang menyimpulkan target Perbaikan dan pembangunan kelas baru Sekolah Dasar (SD) tidak memungkingkan tercapai.

“Hasil Kajian kami, Pemkab Serang harus mengalokasikan anggaran sebesar 95 Miliar setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan perbaikan ruang kelas yang rusak. Namun, dalam rentang 3 tahun terakhir (2017-2019) anggaran APBD dan DAK rata-rata hanya Rp. 40,9 Miliar setahun.” ujar Koordinator PATTIRO Banten, Amin Rohani saat Konferensi Pers di Salah Satu Rumah Makan di Kota Serang, Kamis (5/9).

Iman menjelaskan, dalam RPJMD (2016-2021) kondisi ruang kelas yang rusak sebanyak 1750 dan sampai tahun 2018 telah diselesaikan sebanyak 505 ruang kelas. Tersisa 1245 ruang kelas yang harus diselesaikan sampai akhir periode. Namun, Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tahun 2019 ini ada 909 ruang kelas rusak berat dan sedang.

“Gagalnya pencapain target tersebut karena banyaknya faktor. Selain anggaran, sistem pendataan yang tidak akurat, pengadan (Lelang) yang gagal, pengawasan pembangunan tidak berjalan serta alur pengadan barang yang lambat.” ungkap Amin.

PATTIRO Banten sendiri telah membuat rekomendasi untuk menjawab permasalahan prasarana pendidikan dasar. Kebijakan anggaran 2020 yang dialokasikan sebesar 21 Miliar belum menunjukan komitmen penyelesaian sekolah rusak.

“Untuk bisa mencapai realisasi tersebut, Pemkab Serang harus mengalokasikan anggaran hingga 95 Miliar pertahun, perkuat dan dorong unit kerja untuk menangani pembangunan prasarana sekolah (Dinas Pendidikan, Bappeda, DPKPTB), dan satu lagi Pemkab harus tegas terhadap pelibatan pihak swasta untuk berkontribusi dalam proga CSR mereka.” tegas Amin. (SBS/02)

You might also like
Comments
Loading...