Al Muktabar Benarkan Harga 4 Komoditas Pangan Naik Jelang Lebaran

0 137

Serang, Satubanten.com – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Banten Al Muktabar memastikan, ketersediaan 13 komoditas bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2022 ini di Banten aman.

“Hasil pemantauan, ketersediaan 13 komoditas bahan pokok menjelang Idul Fitri 1443 H di Pasar Rau, Kota Serang masih relatif lancar dengan harga terjangkau,” ungkap Al Muktabar yang juga selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Rabu (13/4/2022).

Kendati demikian, Al Muktabar tidak menampik, sejumlah komoditas bahan pokok mengalami kenaikan, tetapi ada sejumlah komoditas bahan pokok lain yang mengalami penurunan harga, seperti sayur-sayuran.

Oleh karena itu, ditegaskan Al Muktabar, pihaknya akan terus memantau harga dan ketersediaan pangan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Biasanya harga akan mengalami fluktuatif sesuai hukum pasar, antara ketersediaan pangan dan permintaan,” terangnya.

Pihaknya, diakui Al Muktabar, sempat melakukan cek ketersediaan bahan pokok di sejumlah distributor sekitar Pasar Induk Rau.

“Semisal pas hari Selasa (12/4/2022), kita cek di salah satu toko grosir di sekitar Pasar Rau itu memiliki ketersediaan terigu 40 ton, gula pasir konsumsi 20 ton, minyak kemasan sederhana 2.000 karton, dan telur 3.000 kilogram,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Banten Agus Tauchid memaparkan data kebutuhan dan ketersediaan 13 komoditas pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2022 tersebut. Di antaranya kebutuhan beras setiap hari sebanyak 3.878 ton dan ketersediaan beras 6.240 ton.

“Berarti beras surplus 2.362 ton,” katanya.

Sementara komoditas jagung, lanjutnya, membutuhkan 19 ton per hari dan ketersediaannya sebanyak 87,6 ton atau surplus 68,6 ton. Lalu, sambung Agus, kebutuhan kedelai sebanyak 363,8 ton dan ketersediaannya saat ini sebanyak 451,6 ton per hari atau surplus 87,8 ton.

Selanjutnya, bawang merah membutuhkan 82,5 ton per hari dan stoknya saat ini mencapai 107,9 ton per hari atau surplus 25,5 ton per hari. Begitu pula dengan bawang putih dari kebutuhan 38,9 ton, ketersediaannya mencapai 53,8 ton atau lebih 14,9 ton setiap hari.

Berikutnya, cabai besar kebutuhannya 115,9 ton per hari dan ketersediaannya 208,2 ton atau surplus 92,3 ton. Kemudian, cabai rawit kebutuhannya sebanyak 99,6 ton dan stok saat ini sebanyak 183 ton atau lebih 83,5 ton.

Lalu, daging sapi/kerbau kebutuhannya sebanyak 110,8 ton dan ketersediaannya saat ini sebanyak 259,6 ton atau surplus 184,8 ton. Kemudian, kebutuhan daging ayam ras sebanyak 630,7 ton dan stok saat ini mencapai 662,7 ton atau lebih 32 ton.

Selanjutnya, telur ayam ras kebutuhannya sebanyak 635,9 ton dan ketersediaannya saat ini 640,3 ton atau surplus 4,4 ton. Berikutnya, kebutuhan gula pasir konsumsi sebanyak 241,7 ton dan ketersediaannya saat ini sebanyak 250,9 ton atau lebih 9,1 ton.

Lalu Minyak Goreng Sawit (MGS) curah kebutuhannya sebanyak 105,5 ton dan ketersediaannya saat ini 168,7 ton atau surplus 63,2 ton. Kemudian, kebutuhan minyak goreng kemasan sebanyak 211 ton dengan ketersediaannya saat ini sebanyak 316,1 ton atau lebih 105 ton.

Harga 4 Komoditas Naik

Al Muktabar juga mengungkapkan, jika empat dari 13 komoditas kebutuhan pokok di Banten mengalami kenaikan harga selama sepuluh hari terakhir atau selama Ramadan. Kendati beitu, ketersediaan komoditas tersebut relatif aman hingga Hari Raya Idul Fitro 2022.

Keempat komoditas kebutuhan pokok itu, yakni minyak goreng curah, gula pasir, daging ayam ras, dan cabai keriting.

“Kami akan terus memantau harga dan ketersediaan komoditas yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat,” tegas Al Muktabar.

Disebutkan Al Muktabar, Satgas Ketahanan Pangan Banten dibentuk berdasarkan SK Gubernur Banten Nomor 521.05 /Kep.110-Huk /2022 tanggal 29 Maret 2022.

Dalam lampiran SK itu tercantum bahwa Sekda menjabat sebagai Ketua dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan sebagai Sekretaris. Ada 10 jabatan yang menjadi anggota Satgas Ketahanan Pangan Banten, mulai dari Polda Banten, Korem 0604/MY, kepala dinas, kepala bidang hingga Perum Bulog.

“Kami langsung bekerja. Terakhir, kami melakukan pemantauan di Pasar Induk Rau di sejumlah distributor dan ada 13 komoditas bahan pokok dipastikan ketersediaannya aman pada Selasa tanggal 12 April,” tegas Al Muktabar.

Hasil pemantauan, kata Al Muktabar, khusus minyak goreng curah masih ditemukan penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah seharga Rp14.000 per kilogram.

Kenaikan harga dialami cabai keriting menjadi Rp35.000 per kilogram dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram atau naik Rp5.000 per kilogram.

Lalu daging ayam ras naik menjadi Rp40.000 per kilogram dari Rp38.000 per kilogram atau naik Rp2.000 per kilogram. Kemudian gula pasir konsumsi menjadi Rp15.000 per kilogram dari Rp14.000 per kilogram.

Sedangkan Sembilan komoditas lainnya relatif stabil. Komoditas itu adalah beras premium Rp12.000 per kilogram, beras medium Rp9.500 per kilogram, kedelai biji kering (impor) Rp14.000 per kilogram, bawang merah Rp35.000 per kilogram.

Lalu bawang putih Rp30.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp30.000 per kilogram, daging sapi murni Rp140.000 per kilogram, telur ayam ras Rp24.000 per kilogram, dan tepung terigu curah Rp10.000 per kilogram.

Leave A Reply

Your email address will not be published.