AirAsia Tarik Permanen Seluruh Penjualan Tiketnya di Traveloka

Jakarta (5/3/2019) Satubanten.com – AirAsia akhirnya mengambil keputusan tegas dengan menarik seluruh penjualan tiketnya secara permanen dari agen perjalanan online (OTA), Traveloka. Penarikan permanen ini meliputi seluruh rute penerbangan di semua jaringan AirAsia.

Dalam rilis tertulis AirAsia, Senin (4/3) Kebijakan ini diambil imbas dari hilangnya tiket AirAsia secara misterius di Traveloka untuk kedua kalinya dalam dua minggu terakhir. Pertama tanggal 14-17 Februari 2019 dan penerbangan AirAsia kembali hilang untuk yang kedua kalinya dari Traveloka tanpa penjelasan pada 2 Maret 2019. Penarikan ini meliputi seluruh rute penerbangan di semua jaringan Air Asia.

Direktur Utama AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan mengatakan, hilangnya penerbangan AirAsia di Traveloka merusak hubungan kerjasama bisnis antara AirAsia dan Traveloka.

“Hilangnya penerbangan kami tentunya mencederai kerja sama antara AirAsia dan Traveloka. Pihak Traveloka seperti tidak menunjukkan itikad baik. Traveloka menolak memberikan penjelasan resmi meskipun sebelumnya kami telah beberapa kali mencoba meminta klarifikasi,” ujar Dendy

Dendy menambahkan, peniadaan beberapa penerbangan AirAsia Indonesia oleh Traveloka menunjukkan dengan jelas sikap diskriminatif dan berat sebelah. Pihaknya telah mengamati pesan-pesan di media sosial yang disampaikan pelanggan tentang ketidaktersediaan tiket AirAsia.

Namun hal itu, justru direspons dengan rekomendasi dari Traveloka untuk memesan tiket maskapai lain.

“Oleh karena itu, sebagai bentuk solidaritas, AirAsia secara grup menarik penjualan seluruh tiket AirAsia dari Traveloka efektif mulai saat ini,” tambah Dendy.

Dendy mengimbau bagi para penumpang yang ingin membeli tiket AirAsia agar memesan langsung melalui situs airasia.com atau aplikasi mobile AirAsia.

“Situs airasia.com dan aplikasi mobile AirAsia merupakan pilihan yang lebih baik di mana traveler dapat memesan tiket langsung dari kami di harga yang paling murah, mendapatkan jatah bagasi 15 kg untuk penerbangan domestik di Indonesia, serta mendapatkan promosi diskon hotel,” ujarnya.

Pihak AirAsia merasa kompetisi dalam hal penjualan tiket sudah tidak adil dan cenderung ada monopoli .

“Kompetisi seharusnya bebas dan adil sehingga konsumen dapat diuntungkan dengan adanya penawaran yang lebih baik. Jangan sampai monopoli membunuh kompetisi dan membuat para traveler menjadi dirugikan,” katanya. (SBS/02)

You might also like
Comments
Loading...