Adat Lampung Saibatin

Oleh : Ana Ulwiya, Mahasiswi jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Universitas Islam Negeri Sultan Hasanuddin Banten

Serang (15/06/2019) SatuBanten. News – Lampung Saibatin/atau suku Saibatin adalah suku di Provinsi Lampung yang mendiami daerah pesisir Lampung. Persebarannya mencakup Lampung Timur, Bandar Lampung, Lampung Selatan Pesawaran, Tanggamus, serta Lampung Barat. Saibatin mempunyai arti satu batin atau memiliki satu junjungan, artinya dalam satu kelompok hanya ada satu Raja yang menjadi pemimpin. Kedudukan adat hanya bisa diwariskan melalui garis keturunan.

Ciri khas/ciri utama dari adat Lampung adalah siger (segokh) dalam suku Saibatin bentuk siger (segokh) atau mahkota pengantin memiliki 7 leluk/pucuk (segokh lekuk Pitu). Tujuh lekuk/pucuk ini melambangkan 7 adoq (pemberian gelar) yaitu, suttan, batin, raja (khaja), Radin (khadin), minak, kimas, dan mas.

Sistem perkawinan Lampung Saibatin. Sistem perkawinan ini ada dua macam:
1. Sistem Perkawinan Nyakak
Dinamakan perkawinan juga jujur, karena pihak lelaki mengeluarkan uang untuk membayar jujur/jojokh kepada pihak perempuan. Perkawinan ini ada dua macam :
1). Sebambangan.
Cara ini dimana si gadis dilarikan oleh pihak pria dari rumahnya dan dibawa ke kepala adat atau jukhagan terlebih dahulu baru kemudian dibawa pulang kerumahnya oleh keluarga si pria. Ciri bahwa si gadis nyakak atau metudau yaitu si gadis meletakkan surat yang isinya memberi tahu orangtuanya atas kepergian nyakak.
2). Cara Tekhang (sekicik betik)
Cara ini dilakukan secara terang-terangan, dimana keluarga pria melamar langsung si gadis.

2. Sistem Semanda
Menurut bahasa berarti orang yang mengikuti sedangkan menurut makna yaitu seorang suami yang ikut tinggal dirumah istri sehingga suami menjadi bagian kelompok istri.
Kebiasaan-kebiasaan atau ritual saat pernikahan Lampung saibatin
1. Ngarak Maju atau Budaya Ngarak (arak-arakan)
Dalam adat pernikahan pada masyarakat Lampung pesisir dikenal istilah “ngarak maju” ngarak adalah arak-arakan dan maju adalah pengantin. Maka ngarak maju adalah arak-arakan pengantin yang dilakukan di tempat pengantin pria.

2. Adat Manjau Pedom
Adat Manjau Pedom adalah adat bertamu untuk menginap dirumah pihak wanita oleh pihak keluarga pria yang dilakukan setelah ijab qobul dirumah pria. Dalam Manjau Pedom ini diharapkan agar menjalin hubungan silaturahmi antara keluarga besar kedua mempelai.
3. Acara Butamat atau Betamat
Butamat/betamat berasal dari kata tamat yang artinya selesai, sedangkan menurut makna yaitu acara membaca ayat Al-Quran (juz amma) dari surat ad-dhuha sampai surat al-lahab. Diawali oleh pengantin wanita dan dilanjutkan oleh peserta butamat yang lain, setelah acara membaca Al-Quran selesai dilanjutkan membaca Al Barzanji. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...