7 Cara Mengatasi BAB Keras Secara Alami

Kesehatan, Satubanten.com – Cara mengatasi buang air besar (BAB) keras penting diperhatikan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Memiliki feses atau BAB keras dapat menyebab penderitanya harus mengejan kuat saat BAB. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, kondisi ini dapat berkontribusi pada perkembangan wasir, fisura ani, penyumbatan usus, impaksi tinja, dan bahkan prolaps rekturm.

Bukan Hanya Sembelit Jika BAB keras disertai dengan gejala lain seperti ada darah di tinja atau rasa sakit yang parah, seseorang dianjurkan untuk dapat segera menemui dokter. Sementara, apabila kejadian tambahan itu tidak terjadi, seseorang mungkin ingin memulai dengan cara mencoba melunaikkan tinja di rumah.

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi BAB keras yang bisa dipertimbangkan: Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

1. Tambahkan asupan serat Dilansir dari Very Well Health, ada beberapa indikasi bahwa peningkatan asupan serat larut dapat membantu untuk mengatasi BAB keras. Serat larut dapat larut dalam air, sehingga diyakini bisa melunakkan tinja.

Sendiri dapat menambah kotoran pada tinja yang selanjutnya bisa merangsang usus dan membantu mengeluarkan tinja melalui saluran pencernaan. Tapi, ingatlah bahwa menambahkan terlalu banyak serat sekaligus bisa berdampak sebaliknya, yakni menyebabkan perut begah dan tidak nyaman. Jenis makanan yang mengandung serat larut termasuk: Buah-buahan Sayuran Kacang-kacangan Biji-bijian Biji rami, biji chia, dan psyllium juga merupakan sumber serat larut yang sangat baik.

2. Minum lebih banyak air Jika Anda tidak terhidrasi sepenuhnya, tubuh Anda akan mendapatkan air yang dibutuhkannya dengan mengeluarkan lebih banyak cairan dari tinja Anda. Ini bisa menjadi penyebab utama tinja keras. Salah satu hal termudah yang dapat Anda lakukan untuk menjaga feses tetap lunak adalah dengan minum air putih dalam jumlah yang cukup sepanjang hari. Dalam upaya menjadikan BAB yang lebih lembut, Anda mungkin juga harus mengubah apa yang diminum. Alkohol dan kafein sama-sama menyebabkan dehidrasi, jadi Anda mungkin perlu mengurangi konsumsi kopi, koktail, dan soda pastikan Anda mengimbanginya dengan minum segelas air putih yang bagus.

3. Jangan tunda BAB jika sudah kebelet Banyak orang memiliki kecenderungan untuk mencoba menunda BAB, terutama jika sedang berada di luar rumah. Mereka lebih memilih untuk menunggu sampai di rumah sendiri atau sampai ada waktu yang lebih nyaman. BAB atau tinja keras adalah tanda bahwa tinja menghabiskan terlalu banyak waktu di usus besar. Jadi sangat penting bagi Anda untuk menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh Anda dan pergi ke kamar mandi ketika tubuh memberi sinyal bahwa ia siap untuk BAB.

4. Pijat perut Pijat perut sendiri telah dipelajari sebagai pengobatan untuk sembelit. Pijat perut dapat merangsang otot-otot yang terlibat dalam menghasilkan gerakan usus dan mengurangi stres.

5. Hindari makanan kalori kosong dan rendah serat Melansir Health Line, banyak makanan rendah serat tidak menambahkan banyak nilai gizi ke dalam makanan. Hindari juga makan makanan cepat saji, makanan olahan, dan keripik tersebut untuk mencegah maupun mengatasi BAB keras.

6. Olahraga Aktivitas fisik dapat menimbulkan efek stimulasi usus pada tubuh. Jadi ketika mengalami BAB keras, cobalah untuk tidak berdiam diri saja. Lakukan aktivitas ringan di rumah diyakini bisa juga membantu meredakan keluhan.

7. Penggunaan obat Jika diperlukan, beberapa obat mungkin dapat digunakan untuk mengatasi BAB keras.Tapi, penggunaan obat ini alangkah baiknya di bawah pengawasan dokter. Contoh obat untuk mengatasi BAB keras yang mungkin diresepkan atau direkomendasikan oleh dokter meliputi: Obat pencahar jenis bulk-forming untuk membantu menambah kotoran pada tinja, sehingga lebih mudah dikeluarkan Obat pencahar osmotik untuk menarik air ke tinja, sehingga lebih mudah dikeluarkan Pelunak feses untuk membantu melunakkan feses yang keras sehingga tidak terlalu sulit untuk dikeluarkan Jika setelah melakukan berbagai cara mengatasi BAB keras di atas Anda tidak mengalami perbaikan kondisi, jangan ragu untuk dapat berkonsultasi dengan dokter. Sebaiknya segera temui dokter apabila Anda tidak bisa BAB kurang lebih selama 4 hari. (SBS/009)

You might also like
Comments
Loading...