4 Syarat Ibu Positif Covid-19 Agar Bisa Menyusui Bayinya

Kesehatan, Satubanten.com- Ibu yang positif Covid-19 tetap boleh memberikan air susu ibu (ASI) pada bayinya. Namun ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi saat ibu positif Covid-19 menyusui sang bayi, berikut beberapa di antaranya.

ASI merupakan nutrisi penting yang tak tergantikan untuk tumbuh kembang bayi. Memberikan ASI eksklusif juga akan membantu bayi lebih mudah mengunyah di kemudian hari.

Tapi saat masa pandemi Covid-19, pemberian ASI pada bayi seringkali dipertanyakan. Banyak orang khawatir ibu positif Covid-19 yang menyusui bayi akan menularkan virus melalui ASI. Padahal, virus SARS-CoV-2 tidak akan menularkan lewat pemberian ASI.

“Tidak terbukti ada virus pada ASI. Justru ASI mengandung antibodi yang mampu meningkatkan imunitas pada bayi sehingga sangat penting memberikan ASI pada bayi baru lahir hingga berusia dua tahun,” kata dokter spesialis anak di RSUP Persahabatan, Jully Neily Kasie, dalam sebuah webinar ‘Panduan Isolasi Mandiri pada Ibu Hamil, Bayi, dan Anak’, Sabtu (17/7).

Meski ASI tidak mengandung virus Covid-19, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menyusui bayi, berikut beberapa di antaranya.

– Disiplin protokol kesehatan

Dokter spesialis obgyn RSUP Persahabatan, Yuyun Lisnawati mengatakan, ibu yang ingin menyusui secara eksklusif harus tetap menjalankan protokol kesehatan.

Ibu yang positif Covid-19 tetap bisa menularkan virus pada bayi. Apalagi posisi menyusui akan membuat wajah ibu berdekatan dengan bayi sehingga kemungkinan paparan Covid-19 lebih besar.

“Makanya harus tetap pakai masker, kalau bisa double masker,” kata Yuyun dalam webinar yang sama.

Selain pakai masker, ibu yang akan memberikan ASI eksklusif harus mencuci tangan sebelum menyusui, serta menghindari kontak tangan ibu dengan wajah bayi.Ibu yang positif Covid-19 tetap bisa menularkan virus pada bayi. Apalagi posisi menyusui akan membuat wajah ibu berdekatan dengan bayi sehingga kemungkinan paparan Covid-19 lebih besar.

“Makanya harus tetap pakai masker, kalau bisa double masker,” kata Yuyun dalam webinar yang sama.

Selain pakai masker, ibu yang akan memberikan ASI eksklusif harus mencuci tangan sebelum menyusui, serta menghindari kontak tangan ibu dengan wajah bayi.

-Bayi harus sehat

Jully mengatakan, bayi yang akan mendapat ASI eksklusif dari ibu harus dalam keadaan sehat. Artinya, bayi aktif, stabil, dan tidak lahir prematur.

Jika bayi menunjukkan gejala sakit, maka sebaiknya tidak diberikan ASI eksklusif karena bisa membuat bayi terkena Covid-19 dari ibu dan dikhawatirkan timbul gejala berat.

“Sistem imun bayi kan belum sempurna, makanya ketika menyusui dari ibu yang positif Covid19 bayi harus sehat,” kata Jully.

Pada kondisi ibu dan bayi positif Covid-19, maka ASI bisa diberikan dengan cara ASI perah.

-Ibu positif Covid-19 tidak bergejala

Ibu boleh memberikan ASI eksklusif ketika positif Covid-19 tanpa gejala, atau bergejala ringan. Pada kondisi gejala Covid-19 berat, akan riskan memberikan ASI pada bayi.

Selain karena kemungkinan tertular menjadi lebih besar, ibu dengan gejala Covid-19 berat juga kemungkinan tidak bisa memberikan ASI eksklusif karena harus menjalani perawatan intensif.

-Ibu tidak mengonsumsi antivirus

Jully mengatakan, ASI dari ibu yang positif Covid-19 tak terbukti mengandung virus. Namun beberapa obat-obatan antivirus yang dikonsumsi ibu saat terserang Covid-19 bisa jadi tertransfer pada bayi melalui ASI dan membahayakan perkembangannya.

“Ada beberapa jenis obat Covid-19 yang belum terbukti aman untuk ibu menyusui. Kami tidak menganjurkan ASI ketika ibu mengonsumsi antivirus,” kata Jully.

Jika empat syarat tersebut terpenuhi, ibu boleh memberikan ASI eksklusif pada bayi. (SBS/009)

You might also like
Comments
Loading...