Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

22 Warga Sumur Pandeglang Terkena DBD, Satu Orang Meninggal Dunia

Pandeglang (14/1/2020) Satubanten.com,- Sebanyak 22 warga terkenal Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, satu diantaranya meninggal dunia.

Kepala PKM Sumur, Eha Julaeha yang baru menjabat dari tanggal 6 Januari itu mengaku terkejut kasus DBD di Sumur mengalami peningkatan kasus yakni 22 kasus. 5 orang diantaranya di rujuk ke RSUD Berkah Pandeglang.

“Saya Sertijab ke sini tanggal 6. Saya kaget ada peningkatan kasus DBD. Kalau gak salah itu data dari pemegang program itu ada 22 orang. Satu diantaranya meninggal dunia. Yang di rujuk ke Pandeglang itu 5 orang,” ujar Eha, Senin (13/1/2020).

Pasien DBD yang meninggal, saat datang ke Puskesmas, kata dia sudah dalam keadaan kritis. Padahal ia telah memberikan himbauan kepada kepala desa, jika ada warga yang menderita gejala BDB untuk segera dibawa ke Puskesmas. Selain positif DBD, menurutnya, pasien tersebut menderita penyakit lainnya.

“Emang dari awal dia itu udah kritis si pasiennya. Makanya saya sangat menyayangkan padahal saya sudah memberikan imbauan kalau ada yang panas, langsung dibawa ke Puskesmas. Memang berdasarkan pemeriksaan positif DBD, karena pasiennya udah melemah. Tapi memang lemahnya juga dia punya penyakit lainnya, makanya dia ngedrop. Jadi bukan karena DBD saja,”ujarnya.

Warga yang terjangkit DBD berasal dari empat desa di kecamatan tersebut. Namun Eha lupa menyebutkan nama-nama desa tersebut. Membludaknya penderita DBD hingga bad di Puskesmas tersebut penuh. Saat ini pihaknya menangani 10 pasien DBD. Supaya para pasien mendapatkan pelayanan maksimal, pihaknya sudah berkoordinasi Puskesmas Cibaliung serta memberikan saran kepada masyarakat untuk pindah alih ke Puskesmas tersebut.

Namun Eha juga tidak mempersoalkan jika warga tetap ingin dirawat di Puskesmas dengan membuat surat pernyataan, sebab pelayanan di Puskesmas dinilai belum sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kalau hari ini 10 orang itu perawatan dari yang kemarin. Ya gak cukup ruangannya udah kita anjurkan pindah alih ke Puskesmas Cibaliung. Kalau mau di kita, (pelayanan) apa adanya mangga. Kalau dibawah itu menurut kita tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) lah. Tapi mau di rawat InsyaAllah kita rawat sesuai prosedur,”ungkapnya.

Adanya peningkatan kasus, selain menambah petugas medis yang semula dari empat menjadi enam orang. Eha juga terpaksa menggunakan ruangan yang biasa digunakan pemeriksaan harian dan ruangan persalinan. Untuk menekan angka kasus DPD, dinas Kesehatan (Dinkes) telah pooging dan inten memberikan penyuluhan kepada masyarakat supaya menerapkan pola hidup sehat.

“Kemarin itu saya fokuskan ke wilayah yang terkena endemis DBD. Tinggal pola hidup masyarakatnya,” katanya. (SBS/009)

You might also like
Comments
Loading...