Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Bekas Galian Pasir, Ladang Rezeki Bagi Masyarakat Cilegon

Ditulis oleh: Assyfa, Faradila, Niswa. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTIRTA

Serang (07/12/2018) SatuBanten – Sumber daya alam adalah semua kekayaan yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Nilai sumber daya alam sangat ditentukan oleh nilai kemanfaatannya bagi manusia, seperti lahan subur yang dapat dimanfaatkan sebagai daerah pertanian potensial. Sehingga, menjadi sumber daya alam yang mempunyai nilai tingi. Namun, sebaliknya tanah yang tandus tidak dapat dijadikan lahan pertanian potensial, karena memiliki nilai pemanfaatan yang rendah.

Salah satu kota di provinsi Banten yakni kota Cilegon yang dikenal sebagai kota baja atau kota industri, memiliki potensi daerah berbeda dengan daerah lain di provinsi Banten yang notabene memiliki potensi daerah di sektor pertanian dan perkebunan. Fokus utama perekonomian kota Cilegon adalah sector perindustrian, hal ini didukung dengan lingkungan industri yang padat seperti berdirinya PT Krakatau Steel, PT Posko, PT. Chandra Asri, Nippon.

Walaupun kita ketahui bahwa kota Cilegon tidak memiliki sumber daya alam seperti di daerah lain, kota Cilegon juga memiliki potensi pada sector pertambangan.

Industri pertambangan memang memberikan banyak manfaat untuk masyarakat. Namun demikian, proses dalam penambangan mau tidak mau akan berubah bentuk dan bentang alam dan sebelumnya. Biasanya bekas pertambangan ini meninggalkan lahan menjadi terbengkalai.

Siapa yang mengira lahan bekas galian yang dipandang tidak memiliki nilai dapat di sulap menjadi tempat wisata yang menarik. Hal ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dengan adanya aktivitas pariwisata. Bekas galian tersebut menstimulus masyarakat sekitar untuk menjadi kreatif dan inovatif memanfaatkan peluang yang ada. Masyarakat mampu dengan kreatif memanfaatkan lahan bekas galian menjadi sebuah tempat yang memiliki potensi pariwisata yang tinggi.

Jalan Lingkar selatan Kota Cilegon, banyak memiliki lahan bekas galian yang tandus bahkan beberapa tidak terurus, jarang ditemukan lahan bekas galian yang di reklamasi ulang oleh pengelola dan hanya di biarkan saja terbengkalai. Berbeda dengan desa batu kuda, kita akan menemukan sebuah bekas galian yang disulap menjadi sebuah istana . Istana Pasir Cadas seluas 40 hektar ini terbentang melewati perbatasan Serang dan Cilegon. Wilayah ini masuk dalam dua wilayah, yakni Cilegon di Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, dan Desa Batu

Kuda, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang. Istana cadas ini adalah salah satu contoh destinasi kreatif yang dikembangkan di daerah Cilegon, oleh orang asli setempat yang bertujuan untuk meningkatkan nilai pariwisata daerah serta mengembangkan lapangan kerja bagi warga Cilegon, khususnya warga yang berada di desa Batu Kuda.

Dibangunnya kawasan wisata di Kota Cilegon dan Kabupaten Serang ini berdampak positif pada masyarakat sekitar. Dengan akan adanya destinasi baru ini dapat memberdayakan masyarakat sekitar, membuat masyarakat mendapatkan lapangan pekerjaan baru yang direncenakan istana pasir akan resmi dibuka pertengahan tahun depan. Sampai saat ini, istana pasir dala proses pembangunannya memanfaatkan SDM yang berasal dari daerah sekitar dan juga mulai banyaknya pedagang yang berjualan disekitar istana pasir padaha masih dalam tahap pembangunan.

Hal ini dikarenakan banyaknya pengunjungan yang berdatangan ke istana pasir, Walaupun Istana Pasir Cadas ini masih dalam proses penyelesaian tahap 1, Hal ini tidak mengurangi minat masyarakat yang ingin berswafoto karena tempatnya yang instagram-able dan unik untuk warga Banten, memiliki tempat wisata istana pasir ala-ala Jepang.

Kawasan ini ternyata awalnya adalah bekas galian C yang diperuntukkan untuk pembangunan perumahan. Untuk keperluan lahan perumahan itu, para pekerjanya berniatnya untuk meratakan tanah. Tidak disangka setahun berlalu, bukit tersebut lama-kelamaan menyerupai istana. Saat ditemui dilokasi, pemilik Istana Pasir Cadas ini mengatakan jika terbentuknya Istana ini berawal dari ketidaksengajaan pemilik.

 

Melihat ada hamparan tanah tak produktif seluas 40 hektar membuat pengelola merasa tertantang untuk memanfaatkannya menjadi tempat yang bernilai

“awalnya saya cuman sekedar iseng iseng buat hiburan diri sendiri soalnya pas malam-malam pemandangan disini bagus,kalau naik ke puncak bukit Cadas ini, tiba-tiba suka muncul ide-ide kreatif, saya suka berimajinasi. Nah saya suka bingung kalau setiap sore ada aja orang-orang berdatangan buat liat-liat bukit cadas ini, mungkin banyak yang tertarik. Dari situ saya kepikir untuk buat bukan sekedar bukit Cadas aja, tapi dibuat seperti istana” ujarnya,Rabu (10/10/2018).

Ternyata hal yang dianggap tidak berguna bisa menjadi sesuatu yang berguna jika dikembangkan dengan kreatifitas dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Hal ini diapresiasi oleh masyarakat yang antusias dengan lahan bekas galian yang kini telah berubah menjadi sebuah Istana Pasir Cadas.

“saya penasaran sih, sama istana pasir ini soalnya viral di instagram banyak yang foto-foto disini. Walaupun belum jadi tapi tempatnya udah bagus buat foto-foto didepan istana. Apalagi, kalau Istana Pasir Cadas ini sudah selesai dibangun, dan untuk saat ini sih masih gratis” Ujar Ani, salah satu siswa SMA yang sedang berkunjung.

Di kawasan Istana Pasir Cadas ini bukan hanya Istana yang menjadi icon di kawasan tersebut. Namun, di tampat ini juga sedang dalam proses pembuatan wahana lainnya, diantaranya ada waterboom, Bekas galian tambang biasanya selalu menghasilkan lubang-lubang besar dan dalam. Hal ini, dimanfaatkan masyarakat sebagai danau buatan yang ada ditaman pasir cadas. Selain itu terdapat rumah kelinci,rumah burung,taman buah dan outbound area. Dengan lahan yang sangat luas, pihak pengelola menyediakan sewa kuda untuk pengunjung yang ingin mengelilingi wahana di Istana Pasir Cadas.

Demikian langkah-langkah awal masyarakat dalam misi memakmurkan bumi yang mati di kota baja terutama bekas-bekas area tambang yang sudah ditinggalkan dan terbengkalai. Sesungguhnya, tidak ada sesuatu yang tidak berguna didunia ini, dengan kreaifitas dan motivasi manusia yang bertekad untuk menyulap lahan yang awalnya tidak bernilai menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Be Creative and Never Give Up! (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...