Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Kemenperin Pimpin Ground Breaking Integrated Naptha Complex PT Lotte Chemical

Cilegon (07/11/12), Satubanten.com – Komplek pabrik petrokimia milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) resmi dibangun, Jum’at (07/12). Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama (ground breaking) yang dipimpin langsung oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di  Desa Rawa Arum, Pulomerak, Kota Cilegon.

Dalam sambutannya, Airlangga menyebutkan bahwa industri kimia merupakan salah satu cabang usaha yang menjadi prioritas pemerintah. Industri petrokimia menempati posisi yang sama dengan imdustri baja, yakni sebagai Mother of Industry.

“Dalam peta jalan making Indonesia 4.0 kita sudah merumuskan 5 sektor industri. Salah satu dari lima prioritas kita adalah industri kimia dan petrochemical, karena industri kimia dan petrochemical adalah industri yang strategis. Untuk itu, kita perlu menjaga situasi lingkungan dan iklim usaha yang stabil agar proyek ini berhasil terlaksana dengan baik,” tutur Airlangga.

Pabrik ini rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 100 hektar (Ha) dengan nilai investasi sebesar USD 3,5 miliar atau sekitar Rp 53 triliun. Dalam setahun, pabrik ini akan menghasilkan naphta cracker sebanyak 2 juta ton dengan tingkat penyerapan pekerja sebanyak 1.500 orang dan dengan tenaga kerja tidak langsung bisa mencapai 4.000 orang pada periode 2019-2023.

“Langkah ini seiring arahan Bapak Presiden Jokowi untuk terus menggenjot investasi, industrialisasi, dan hilirisasi. Upaya ini diyakini meningkatkan perekonomian kita secara fundamental, dengan penghematan devisa dari substitusi impor, dan akan pula dapat memperbaiki neraca perdagangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Thomas Lembong selaku Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia mengatakan bahwa peletakan batu pertama ini merupakan peristiwa penting dan bersejarah dalam perkembangan industri dan investasi di Indonesia.

“Korea Selatan selalu menempati peringkat ke-3 investor internasional di Indonesia sejak 20 tahun terakhir. Ini tentunya menunjukkan etika kerja dan keseriusan Korsel di Indonesia,” ungkapnya.

Pabrik yang merupakan Integrated Naptha Cracker tersebut akan mengolah Naptha Cracker menjadi 1 juta ton etilene, 520 ribu ton propilene, 400 ribu ton polipropilene, dan produk turunan lainnya yang juga bernilai tambah tinggi. Produk-produk ini nantinya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun untuk ekspor. Untuk itu Duta Besar Korsel untuk Indonesia Kim Chang Beom berharap industri ini bisa menjadi jembatan kerja sama ekonomi antara Korsel dan Indonesia. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...