Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Terlibat Dugaan Pengaturan Skor Pertandingan, Hidayat Mundur dari Anggota Exco PSSI

Jakarta (04/12/2018) Satubanten.com – Anggota Komite Eksekutif (Exco), Hidayat resmi mundur dari jabatannya. Pria asal Jawa Timur ini mengumumkan pengundurkan dirinya pada Senin (12/3) di Hotel Sultan, Jakarta.

Hidayat mengatakan bahwa keputusanya ini adalah yang terbaik dan ia tidak ingin ada beban moral dalam dirinya maupun PSSI. Persoalan yang tengah menimpa dirinya saat ini sedang dalam penanganan Komite Disiplin PSSI.

“Saya menyatakan mengundurkan diri dari anggota Exco. Ini konsekuensi. Saya akan mundur jika dinyatakan bersalah oleh Komdis. Saya merenung setelah melihat proses, ada fakta yang saya pahami. Saya pikir, saya tidak perlu menunggu proses itu. Komdis biar berjalan, saya tinggalkan status saya sebagai anggota Exco, saya minta disidang sebagai Hidayat,” ujarnya

“Kita semua menunggu hasil Komdis. Kami minta Komdis menyidangkan secara adil. Supaya saya dapat proporsi yang seadil-adilnya supaya masyarakat tahu posisi kebenaran yang saya lakukan, dan posisi yang tidak patut saya lakukan. Apapun hasil Komdis, saya akan menerima. Namun demikian, meski saya bukan lagi sebagai anggota Exco, saya ingin memperbaiki sepak bola Indonesia,” imbuhnya

Sementara itu, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI telah memutuskan untuk menghukum mantan Komite Eksekutif PSSI, Hidayat atas dugaan pengaturan skor. Dia dihukum berupa larangan beraktifitas di sepak bola selama dua tahun dan denda sebesar Rp 150 juta.

Hidayat terbukti melakukan pengaturan skor babak 8 besar Liga 2 antara Madura FC versus PSS Sleman. Kasus ini mulai terkuak ketika Manajer Madura FC, Januar Herwanto mengungkapakan ke publik dan menyebut Hidayat mencoba menyuapnya dengan sejumlah uang.

Hidayat sendiri sudah mengakui memang ada komunikasi dengan Januar. Namun, dia menegaskan tuduhan pengaturan skor tidaklah benar.

Namun meski mengelak , Hidayat tetap dipanggil dan diperiksa Komdis pada Minggu (2/12) kemarin. Hasilnya, Komdis memutuskan Hidayat bersalah.

“Benar (hukuman dua tahun) dilarang beraktifitas di sepak bola dan denda Rp 150 juta. Aturannya begitu dalam Komisi Disiplin tentang percobaan menyuap,” ujar Wakil Ketua Komdis PSSI, Umar Husin, Senin (3/12).

Menganai teknis hukuman dan bagaimana prosedurnya, PSSI belum mengungkapkan secara detail.

“Menunggu sekretariat PSSI. Soal pengawasan hukuman? Nanti itu urusan federasi,” tegas Umar. (SBS02)

You might also like
Comments
Loading...