Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Sulitnya Brantas Pornografi Di Indonesia

Jakarta, SatuBantenNews – Undang-Undang (UU) Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 atau lebih dikenal sebagai UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) merupakan salah satu bentuk yang menggambarkan upaya Indonesia dalam memproteksi pengguna internet dari terpaan konten-konten porno.

 Penghapusan konten-konten pornografi telah menjadi pekerjaan pemerintah sejak lama untuk menerapkan internet sehat ini pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan berkerja sama dengan 15 penyedia layanan internet (ISP) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk menerapkan safe mode.

Meskipun sudah melakukan pemblokiran terhadap ribuan situs porno, menurut sebuah laporan yang diungkap salah satu penyedia konten pornografi, Indonesia masih sangat tinggi dalam pencarian situs film porno dengan menggunakan kata kunci seperti ‘ayah’ atau pun ‘perempuan hamil’.

Menanggapi hal tersebut Ketua Bidang Industri 4.0, Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) Teguh Prasetya mengungkapkan jika pemblokiran yang digunakan oleh Kominfo saat ini masih menggunakan sistem blacklist.

“Sebenarnya kalau dari Mastel, itu pernah mengusulkan bisa memilih rezim blacklist atau rezim whitelist. Ada dua pendekatan, cepet-cepetan aja antara maling atau polisinya. China itu pendekatannya whitelist, di blokir semuanya. Ya, itu kalau mau pendekatan yang ekstrem ke sana,” kata Teguh usai ditemui di kawasan Balai Kartini, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

pemerintah, harus melakukan cara-cara klain untuk membatasi dan memblokir situs-situs tersebut, di antaranya harus ada national gateway (pintu gerbang).

“Nomer satu harus ada nasional gateway National Access Provider (NAP) kan lebih dari 20 itu masuk sendiri-sendiri, tidak ada nasional gateway. Nantinya dari national gateway ada perangkat yang memblokir secara total, melihat isi, menyortir,” imbuh Teguh.

“Untuk saat pemerintah baru membuat negatif list saja kan, jadi belum 100 persen,” imbuh dia. (MHS/SBS)

You might also like
Comments
Loading...