Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

ISUZU Siap Gunakan Bahan Bakar Nabati B20

Jakarta, SatuBantenNews – terkait dengan peraturan menteri (Permen) ESDM No. 41 tentang Penyediaan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel Dalam Rangka Pembiayaan Oleh Badan Pengelola Perkenbunan Sawit,  PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) terkait penggunaan bahan bakar solar yang dicampur bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel.

Campuran yang biasa kita kenal dengan sebutan B20 ini Menurut General Manager Marketing PT IAMI, Attias Asril, untuk produk diesel Isuzu sudah siap untuk memakai bahan bakar solar B20. Meski begitu,  masih ada dampak dari pemakaian B20 pada mesin Isuzu.

“Jadi secara prinsip, dari hasil tes performa, normal ada penurunan 2 – 2,5 persen,” ujar Attias dalam diskusi Forum Wartawan Otomotif (Forwot) Roadmap Kebijakan Biodiesel di Indonesia, di The Hook, Jakarta Selatan (27/11).

Penurunan performa sebesar 2 – 2,5 persen itu tak signifikan dan pengaruhnya hanya ke tenaga dan akselerasi saja.

“Performa turun 2,5 persen itu salah satunya di akselerasi. Yang sensitif terasa tenaganya sedikit berkurang,” paparnya lagi.

Attias menambahkan, dampak yang paling perlu diperhatikan adalah filter bahan bakar. Namun, jika mengikuti jadwal perawatan berkala, dampak tersebut tadi tidak terasa.

“Sebenarnya dalam kondisi mau pakai bahan bakar solar apa saja, tetap kami anjurkan setiap 10 ribu km harus ganti filter. Karena memang fungsinya untuk menyaring kotoran, jadi bukan masalah awet atau tidak,” tambah Attias.

“Karena sifat dari bahan bakar B20 itu ada sifat yang membersihkan, jadi endapan di tangki terangkat dan terbawa. Nah, tugas filternya menahan itu. Karena ada kotoran makanya mulai tidak lancar, performa sedikit turun,” papar Attias.

Dengan itu, Isuzu tetap menyatakan, mesin mereka tidak kena dampak signifikan dari penggunaan B20sekaligus mendukung program pemerintah B30 menyambut bahan bakar diesel yang lebih efisien. (MHS/SBS)

You might also like
Comments
Loading...