Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Terlalu Cantik Karena Kosmetik Dapat Tingkatkan Resiko Diabetes

Kesehatan, (05/11/2018) Satubanten.com – Sebuah penelitian yang dilakukan di uppsala University cukup membuat kontroversi dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut serta mendalam untuk mengetahui kebenarannya.

Salah seorang peneliti Monica Lind mengatakan, jika hipotesis tentang bahan kimia yang ada di dalam kosmetik dapat meningkatkan risiko diabetes.

“Memang hasil penelitian kami masih membutuhkan penelitian lanjutan agar bisa dikonfirmasi lebih jauh. Namun kami yakin jika hipotesis tentang bahan kimia yang bisa berkontribusi pada perkembangan diabetes memang benar adanya,” ujar Monica.

Memang penampilan yang cantik dan menarik sangat penting bagi kaum hawa. Dan tentunya untuk menunjang itu semua para wanita wajib memakai kosmetik atau make up. Hanya saja alangkah lebih baiknya jika kaum hawa tidak memilih peralatan kosmetik dengan sembarangan, karena bisa menyebabkan peningkatan risiko diabetes secara signifikan.

Bersama Profesor Lars Lind, yang juga seorang peneliti dari universitas yang sama, Monica melakukan penelitian untuk mencoba menganalisa data terbaru yang berasal dari studi dengan judul PIVUS. Dimana mereka melibatkan lebih dari 1000 wanita dengan usia rata-rata sekitar 70 tahun di Uppsala.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari penelitian tersebut mencakup hasil pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan gula darah serta pemberian suntikan insulin.

Data yang didapat tersebut didapat dari para partisipan yang menyerahkan sampel darahnya masing-masing.

Dan hasilnya pun cukup mengejutkan, karena sebagian sampel darah memiliki kandungan zat kimia berbahaya seperti phthalates yang bisa mempengaruhi meningkatnya risiko diabetes.

Kebanyakan dari mereka telah terkontaminasi oleh phthalates yang merupakan bahan rumah tangga yang berasal dari plastik atau dari campuran bahan parfum di dalam kosmetik serta pada produk perawatan kulit.

Karena kandungan phthalates itulah para partisipan dapat terkena diabetes dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar phthalates lebih rendah.

Tetapi para partisipan yang memiliki masalah kelebihan berat badan dan kadar lemak darah lebih tinggi itu juga lebih rentan terkena diabetes namun para peneliti lebih terfokus pada kaitan antara jumlah phthalates dalam darah dengan resiko diabetes. (SBS/Panda)

You might also like
Comments
Loading...