Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Konstruksi Indonesia 2018 Beri Bekal Para Calon Arsitek

Jakarta, (31/10/2018) Satubanten.com- Pada era pemerintahan yang dipenuhi dengan pekerjaan pembangunan insfrastruktur baik jalan, bandara, dermaga dan lainnya. Pelaku usaha jasa konstruksi di Tanah Air pun dituntut memiliki wawasan dan memahami proses penyelesaian sengketa jasa konstruksi melalui mekanisme arbitrase. Sebab kontrak konstruksi saat ini umumnya sudah mencantumkan klausula arbitrase.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan konstruksi Indonesia (KI) di Jakarta International Expo memberikan beberap beberapa seminar dimana salah satunya adalah peluang dan tantangan propesi arsitek dalam era industri 0.4.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh salah satu anggota IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Bapak Timmy Setiawan IAI. AA, beliau pemaparan bagi para calon arsitek untuk memiliki lisensi sebagai bahan mengerjakan suatu pekerjaan kontruksi yang menggunakan ilmu arsitek.

“Sebelum kita terjun dalam dunia arsitek harusnya kita memiliki lisesi karna dalam dunia kontruksi lisinsi dibutuhkan untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita buat dan kode etik yang harus dipegang oleh para arsitek” paparnya.

“Diapun menjelaskan jika telah bergabung dalam asosiasi kita dapat mengembangkan ilmu dan pengetahuan kita karna didalam asosiasi banyak teman-teman sesama arsitek.

Saat ini Indonesia merupakan pasar infrastruktur yang sangat besar, sehingga mengharuskan setiap organisasi konstruksi dan pelaku usaha jasa konstruksi perlu memahami tentang kontrak konstruksi, dan para arsitek pun dituntut untuk memiliki lisessi yang berkopeten.

Dalam acara yang diadakan tiga hari ini pun diadakan beberapa pameran dari berbagai perlengkapan kontruksi, teknologi dan inovasi terbaru baik dari perusahaan BUMN ataupun suasta

You might also like
Comments
Loading...