Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Kenaikan BBM, Warga Serang Khawatir Sembako Naik

23

Serang, (11/10/2018) Satubanten.com – Pengumuman kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kemarin membuat warga Kota Serang merasa khawatir akan kenaikan harga sembilan bahan pokok atau sembako.

Karena biasanya jika harga BBM naik maka harga sembako pun ikut merangkak naik. “Bukan masalah naik BBM nya, yang saya takutkan itu harga sembako sama barang-barang jadi ikutan naik. Udah gaji kecil, harga BBM naik, ongkos naik, terus nanti sembako juga naik,” ujar Ratna (54) seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Taman Pesona.

Selain ibu rumah tangga, sejumlah sopir angkutan umum, taxi online, ojek online hingga ojek pangkalan pun mengeluhkan kenaikan harga BBM. Salah satunya Ami seorang ojek online yang mengeluhkan mahalnya harga BBM. “Kalo emang bener sampe naik nih BBM, bener-bener kelewatan. Saya ngojek kan harus ada bensin, gak pake bensin ya gak jalan, kalo gak jalan ya gak makan,” keluhnya.

Sementara Apriyadi seorang supir angkutan kota (angkot) mengatakan akan berhenti narik angkot dan beralih menjadi pengumpul barang bekas yang tidak harus menggunakan bensin.

“Udah hampir dua tahun ini pendapatan saya semakin hari semakin menurun. Yang pertama sekarang orang udah pada punya kendaraan, terus belakangan ini gara-gara ada ojek online yang lebih murah dan bisa jemput penumpang. Yaudah kalo naik mah, mending ngerongsok nyari barang bekas, gak harus beli bensin,” Apriyadi mengeluhkan.

Namun belum lama di umumkan atas kenaikan harga BBM, satu jam kemudian di umumkan kembali jika BBM tidak dinaikkan. Tetapi ada beberapa harga bahan bakar yang tetap naik diantaranya, Pertamax dari Rp 9.500 menjadi Rp 10.400, Pertamax Turbo dari 10.700 menjadi Rp 12.250, Pertamina Dex dari Rp 10.500 menjadi Rp 11.850, kemudian Dexlite dari Rp 9.000 menjadi Rp 10.500. Meski Premium, Pertalite dan Solar tidak naik, mereka mengkhawatirkan akan ada kenaikan dikemudian hari menyusul harga BBM lainnya.

“Kita mah rakyat dan namanya rakyat ya harus merakyat, saking merakyatnya sampe melarat. Apalagi pedagang kayak saya ini, naikin harga barang diprotes tetep di tawar, gak dinaikkin ya ruginya banyak,” ujar Komar salah satu pedagang sembako di Pasar Induk Rau Kota Serang yang juga khawatir akan kenaikan BBM. Pasalnya, jika BBM naik maka ongkos kirim barang-barang pun jadi ikut naik, belum lagi barang yang dia dapat hampir seluruhnya merupakan barang import. (SBS/029)

You might also like
Comments
Loading...