Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Zoechaery 50 Tahun Berkarya Di Tanah Jawara

13

Kalangan penggiat seni budaya merupakan salah satu aktor yang ikut berperan aktif pada pembentukan Provinsi Banten dalam berbagai bentuk. Pengharapan akan keleluasaan yang lebih dalam berekspresi di bawah asuhan pemerintahan provinsi sendiri, adalah salah satu diantara sekian banyak obsesi para seniman saat itu. Sekalipun dibawah asuhan pemprov. Jabar juga tidak ada masalah, namun tentu saja prospek terbentuknya Provinsi Banten yang mandiri cukup menjanjikan.

Salah satu seniman tersebut adalah Zoechaery S Z. Beliau merupakan mantan ketua umum Dewan Kesenian Banten Kabupaten Serang sekaligus pemilik Sanggar Badak yang terletak di Jalan Veteran No. 26, Cipare, Kota Serang. Ayah tiga anak yang biasa dipanggil Babeh Zerry ini mahir membuat monumen dan juga bermain musik. Ia pernah tampil di TVRI bersama Metropolitan Keroncong Orkestra pada tahun 1973, kala itu ia memainkan bass.

Cukup banyak karya Babeh yang memperindah sudut-sudut provinsi Banten, bahkan hampir seluruh monumen di Serang merupakan  hasil karya pria kelahiran Kampung Benggala 71 tahun silam. Seperti  Monumen perjuangan masyarakat Banten di Alun-Alun Serang, Monumen perjuangan PETA di Anyer, Monumen di Taman Sari, Relief Makam Pahlawan dekat Stadion Maulana Yusuf, serta beberapa monumen lainnya di Pandeglang dan Rangkas.

50 tahun berkarya di tanah Banten, sedikit banyak ia mengetahui perubahan Banten dari masa ke masa. Menurutnya Banten yang sekarang lebih baik dari pada dulu. “Mending sekarang. Kalau masih gabung dengan Jawa Barat kita ga bisa bergerak, memang Jawa Barat juga baik, mereka menuntun kita, tapi kalau disuapin terus tidak maju-maju,” ucap Babeh.

Pembangunan infrastrusktur dan fasilitas publik yang tengah gencar dilakukan juga tidak luput dari perhatiannya. Terutama pembangunan di Banten Lama. Menurutnya Banten Lama perlu dikembalikan fungsinya, dan tentunya harus ditata dan diperindah sebagai mana mestinya agar dapat menarik wisatawan asing untuk mengunjungi Banten Lama. “Banten harus dikembalikan ke fungsi semula, bahwa pernah ada Sultan Banten disitu, karena itu daya tarik kuatnya. Harus dibersihkan juga dari orang yang meminta-minta dan pedagang-pedagang. Bagaimana kita bisa lihat keindahan Masjid Banten kalau terhalang oleh pegang?” Tutur Babeh menggebu-gebu.

Kepada Satu Banten News, Babeh juga mengungkapkan harapannya untuk Banten diusianya yang menginjak 18 tahun. Ia berharap Banten semakin maju, tata letaknya lebih baik dan diperbaiki juga gaya pemerintahannya. Semoga Banten jaya dan sejahtera selalu. (SBS/022)

You might also like
Comments
Loading...