Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Film Sekar: Cara Happy Salma Lestarikan Batik

23

Jakarta, (02/10/2018) Satubanten.com – Dalam rangka melestarikan batik Indonesia serta memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, Titimangsa Foundation yang dipimpin oleh aktris Happy Salma bersama Budaya Djarum Foundation membuat sebuah film pendek bertajuk Sekar.

Awal mula pembuatan film ini adalah keinginan Happy untuk membuat film pendamping guna mendukung bisnis perhiasan bermotif batik yang dimilikinya. Hal itu dikatakan Happy dalam jumpa pers film Sekar di Galeri Indonesia Kaya, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018). “Jadi memang awalnya waktu itu punya ide, saya ada brand Tulola, jadi ambil motif dari batik Kudus jadi perhiasan. Saya membayangkan bagaimana orang bisa merasakan batik itu adalah sebuah proses kehidupan,” tutur Happy. “Coba kita bikin ya film pedamping untuk perhiasan itu. Sampai akhirnya saya lupa dengan perhiasan yang akan kita buat. Karena keasyikan menggali bagaimana membuat film ini dan dipublikasikan ke orang banyak,” lanjutnya.

“Ini persembahan kami buat Indonesia. Ini rangkaian untuk melestarikan batik Indonesia,” sambung Renitasaeu Adrian, program director Bakti Budaya Djarum Foundation. Disutradarai oleh Kamila Andini, film pendek tersebut mengisahkan perempuan tuna netra bernama Sekar yang diperankan oleh artis pendatang baru Sekar Sari.

Sekar menaruh seluruh dunianya pada batik buatan sang ibu, yang dimainkan oleh aktris senior Christine Hakim. Sekar mengatakan, film berdurasi 30 menit itu mengisahkan hubungan antara ibu dan anak. Dia juga menjelaskan pandangan yang lebih dalam tentang persamaan hubungan tersebut dengan batik. “Dan film ini juga relasi yang sangat erat antara ibu dan anak. Saya rasa di situlah makna batik dan cinta kasih ibu ke anak sama-sama intangible,” ucap Sekar.

“Seperti batik kadang kita enggak ngerti apa sih maknanya, tapi ternyata ada filosofinya, itu adalah rapalan-rapalan doa. Cinta kasih ibu ke anak sangat abstrak, jadi kita harus mengaktifasi semua indra. Sama kayak batik, kadang tidak bisa dimengerti hanya dengan dilihat,” imbuhnya. Dan hari ini, 2 Oktober 2018 yang bertepatan juga dengan Hari Batik Nasional, Film Sekar versi 8 menit dirilis di akun YouTube Indonesia Kaya.

Selain membicarakan tentang film pendeknya, pada kesempatan itu Happy Salma (38) juga meyampaikan harapannya agar banyak orang menyadari bahwa batik merupakan bagian dari jati diri Bangsa Indonesia. “Ya, inginnya bahwa batik itu bukan hanya menjadi identitas kita, tapi jati diri kita. Bahwa kita menggunakan batik bukan hanya pada saat tertentu, atau klaim batik milik Indonesia, tapi dengan sendirinya,” tuturnya. “Sama seperti baju sari, tanpa mereka klaim baju sari itu milik India, orang udah tahu itu milik India. Penginnya juga gitu, batik tanpa harus kita rayakan ini punya Indonesia, tapi kita tahu bahwa batik milik Indonesia,” sambungnya. (SBS/022)

Comments
Loading...