Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

LIPI Gelar Diskusi ilmiah seputar Pengkajian Iptek dan Inovasi

Jakarta, (20/09/2018) Satubanten.com – Pusat Penelitian Perkembangan Iptek – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PAPPIPTEK-LIPI) kembali mengadakan kegiatan diskusi ilmiah Forum Pengkajian Iptek dan Inovasi. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan budaya berbagi pengetahuan dan pengalaman antara sivitas PAPPIPTEK-LIPI ini diselenggarakan pada Kamis, 20 September 2018, mulai pukul 13.00 sampai 16.00 WIB di Ruang Rapat PAPPIPTEK LIPI, Gedung A Lantai 3.

Pada sesi ini, dua pembicara melakukan presentasi dan berdiskusi dengan peserta. Pembicara pertama merupakan peneliti PAPPIPTEK-LIPI, Purnama Alamsyah, yang menyampaikan catatan ringan tentang buku “The Fourth Industrial Revolution” karya Klaus Schwab, penggagas istilah revolusi industri keempat.

Dikatakan Purnama mengutip dari Klaus Schwab, “Revolusi industri keempat akan merubah cara kita hidup, bekerja, dan berhubungan satu sama lain. Dalam skala, lingkup dan kompleksitasnya, rev.industri ke-4 merupakan sesuatu yang tidak pernah dialami oleh umat manusia sebelumnya. Bayangkan kemungkinan yang tidak terbatas dari terhubungnya miliaran orng melalui perangkat seluler,” katanya.

Revolusi industri keempat tersebut dimulai pada pergantian abad ke-21 dan dibangun di atas revolusi digital yang menggabungkan beberapa teknologi yang mengarah pada perubahan paradigma yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam ekonomi, bisnis, masyarakat, dan individu. Berkembang dengan kecepatan yang eksponensial dan tidak linier. Serta melibatkan transformasi eksternal dan internal dari seluruh sistem, negara, perusahaan, industri, dan masyarakat.

Pembicara kedua adalah Ibrahim Kholilul Rohman, yang merupakan Research Fellow dari United Nations University, Operating Unit on Policy-Driven Electronic Governance (UNU-EGOV). UNU-EGOV adalah bagian dari United Nations University yang berperan sebagai think tank pusat penelitian, konsultasi, dan pelatihan dalam bidang electronic governance (e-governance).

E- governance menggunakan ICT untuk meningkatkan engagement masyarakat dalam mempermudah layanan publik. Seharusnya e- governance tidak dipandang sebagai beban, tetapi sebagai salah satu investasi untuk memudahkan proses bisnis masyarakat, industri, dan negara.

Ibrahim menyampaikan presentasi mengenai “Digital Economy: Concept, Challenge, and Progress”. Digital economy adalah transformasi ekonomi dengan penggunaan ICT dalam segala aspek kehidupan. Menurut OECD, prioritas dalam digital economy adalah pengawasan dan pemahaman peranan ICT dan internet.

Terdapat dua alternatif pendekatan dalam memahami ICT, yaitu dalam level industri (ekosistem ICT) dan level sektoral (sektor ICT). Di dalam ekosistem ICT, ada empat kelompok yang menciptakan dan menggunakan pengetahuan: networked element providers, network operators, platform, content and application providers, dan final consumers. Di Indonesia, konsumen akhir sangat besar namun tidak diimbangi dengan jumlah kelompok lainnya. (SBS/Rls-029)

You might also like
Comments
Loading...