Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Perpustakaan Itu Universitasnya Masyarakat

90

PERPUSTAKAAN ITU UNIVERSITASNYA MASYARAKAT

Yulinarti Setianingrum, S.Pd

Tahukah kalian? Bulan kesembilan dalam kalender nasional memiliki dua momen
penting. Bulan September dijadikan sebagai Bulan Gemar Membaca dan tanggal 14
September diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan.

Dua momen tersebut penting untuk mendongkrak minat baca buku masyarakat
Indonesia. Faktanya minat masyarakat dalam hal membaca masih sangat rendah. Indonesia di
peringkat 60 dari 61 negara terkait minat baca ini, survei yang dilakukan Central Connecticut
State University di New Britain yang bekerja sama dengan sejumlah peneliti sosial. Survei
dilakukan sejak 2003 hingga 2014. Indonesia hanya unggul dari Bostwana yang berada di
posisi 61. Sementara, Thailand berada satu tingkat di atas Indonesia, yakni posisi 59.
Finlandia dinobatkan sebagai negara dengan minat baca nomor satu sedunia.

Sudah sepatutnya budaya membaca ditanamkan sejak dini. Membaca merupakan
kegiatan mudah yang dapat membuka jendela dunia. Selain itu, banyak sekali manfaat yang
akan didapatkan melalui membaca. Banyak hal yang belum kita ketahui sebelumnya, melalui
membaca, akhirnya kita menjadi lebih tahu. Dengan membaca dapat membuat cakrawala
berfikir seseorang menjadi luas dan berpengaruh pada kehidupan individu dan bangsa.
Kesadaran akan pentingnya peranan perpustakaan dan betapa membaca memberikan
efek yang baik bagi bangsa, membuat Presiden Soeharto pada 14 September 1995
meresmikan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca di Banjarmasin. Di
sinilah peran penting perpustakaan diperlukan. Perpustakaan menjadi jembatan
mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam UU Nomor 43 Tahun 2007 disebutkan mengenai
fungsi dan peran perpustakaan.

UU tersebut antara lain menyebutkan bahwa dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945, perpustakaan sebagai wahana belajar sepanjang hayat mengembangkan potensi
masyarakat agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan
nasional; bahwa sebagai salah satu upaya untuk memajukan kebudayaan nasional,
perpustakaan merupakan wahana pelestarian kekayaan budaya bangsa; bahwa dalam rangka
meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa, perlu ditumbuhkan budaya gemar membaca
melalui pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan sebagai sumber informasi yang
berupa karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam.

Siapapun dapat berkunjung perpustakaan tanpa mengenal usia dan ras. Masyarakat
tua atau muda bisa berkunjung dan memanfaatkannya untuk belajar sepanjang hayat, karena
kalau disekolah waktu terbatas. Begitupun dilihat dari sisi usia, belajar disekolah sampai usia
24 tahun. Berbeda kalau diperpustakaan. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...