Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Dolar Menguat, Rupiah Melemah, Harga Emas pun Berlipat

75

Cilegon, (14/09/2018) Satubanten.com – Menguatnya Dolar Amerika Serikat (AS) dan melemahnya rupiah membuat sejumlah pedagang emas sedikit kebingungan untuk menjual barang dagangannya. Pasalnya, naik atau turunnya harga emas dipicu oleh perubahan kurs mata uang dollar AS.

Apabila dolar AS semakin tinggi terhadap rupiah, maka harga emas akan semakin menguat atau semakin tinggi.  Jadi, ketika kurs dollar AS atas rupiah naik, maka harga emas akan melonjak naik.

Salah satunya seorang pedagang emas di Kota Cilegon Robby, mengatakan kalau harga emas tentu ada pengaruhnya terhadap menguatnya dolar. “Pasti ada, kan perkaliannya dari dollar. Kalau untuk rata-rata kenaikan sendiri agak sulit ditebak dipasaran,” katanya.

Robby mengakui, sejak beberapa bulan belakangan ini harga emas selalu berubah dan sedikit sulit juga untuk menentukan besaran harga. Karena sebelumnya harga emas sempat turun cukup banyak. “Seperti bulan-bulan kemarin kan harga emas sempat turun banyak. Nah sekarang udah mulai naik lagi nih, karena dollar juga kan udah naik lagi,” jelasnya.

Sebelumnya dua bulan lalu Robby menjual emas berkadar 24 seharga Rp 550.000 per gramnya. Namun kini dia jual dengan harga Rp 565.000 per gramnya. “Dua bulan kemarin kami jual emas 24 Rp 550.000 per gramnya, sekarang udah naik jadi Rp 565.000 per gramnya,” ujar pemilik toko Aneka Emas di Kota Cilegon ini.

Sejak awal tahun hingga saat ini dia mengatakan kalau harga emas dirasa terlalu cepat mengalami kenaikan dan penurunan harganya. “Termasuk cepet banget sih, kalo diliat dari kenaikan sama penurunannya. Kadang bisa naik 10 persen atau bahkan bisa lebih,” ucapnya.

Namun, dia melanjutkan kalau harga emas memang akan selalu berubah di setiap momennya. “Harga emas memang gak tetap, dia bisa berubah kapan aja tergantung dari momen sama dolar. Tapi nanti juga stabil lagi ko,” tambahnya.

Di lain tempat, Veronica seorang pedagang emas di Pasar Lama Kota Serang mengakui hal tersebut. “Kalau harga emas melonjak naik ketika dollar tinggi, ya harga emas akan anjlok juga, kayak sekarang ini lagi lumayan tinggi,” katanya.

Biasanya kalau dollar sedang tinggi dan harga emas juga naik, sejumlah orang akan lebih memilih mendepositokan uangnya dibanding beli emas untuk investasi. “Biasanya kalau lagi kayak gini, orang lebih banyak nabung buat deposito dibanding beli emas buat simpenannya. Makanya kalau dollar naik, harga emas naik, yaa pelanggan sepi,” ujarnya.

Tetapi, hal ini memang selalu terjadi. Karena menurutnya kejadian seperti ini akan ada masanya.  Dan cepat atau lambat akan stabil  kembali. (SBS/029)

You might also like
Comments
Loading...