Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Yuk, Muhasabbah di bulan Muharram!

84

Yuk, Muhasabbah di bulan Muharram!
By : Yulinarti Prihatiningrum, S.Pd

Kini, Bulan Dzulhijah telah berganti nama menjadi bulan Muharram. Pertanda bahwa telah berganti tahun. Dari 1439 Hijriyah menjadi 1440 Hijriyah. Tak terasa kita sudah dipertemukan lagi dengan Muharram tahun ini.

Nah… Apakah pergantian tahun Islam bagi umat Islam itu sendiri istimewa atau hanya biasa saja? Atau umat Islam justru lebih antusias menantikan pergantian tahun Masehi disetiap penghujung bulan Desember?

Sejuah mana kita memahami bulan Muharram? Bulannya umat Islam. Bulan yang termasuk “Bulan Allah”,  4 bulan Haram, di mana peperangan atau pertumpahan darah di larang, adalah: Dzulqa’idah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Bulan yang menjadikan hijrahnya Rasulullah dari Mekah ke Madinah sebagai penetapan awal tahun Hijriyah. Landasannya adalah firman Allah ta’ala,

لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيه َ

Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. (QS. At-Taubah:108)
Para sahabat memahami makna “sejak hari pertama” dalam ayat, adalah hari pertama kedatangan hijrahnya Nabi. Sehingga moment tersebut pantas dijadikan acuan awal tahun kalender hijriyah.

Penetapan Muharram sebagai awal tahun Hijriyah memiliki banyak pertimbangan, antara lain, pada bulan itulah Rasulullah bertekad sambil menyusun rencana untuk pindah ke Yatsrib; karena setelah Ramadhan adalah Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah yang lazim disebut “asyhurul-hajj” atau bulan-bulan haji. Kesibukan persiapan haji telah dimulai sejak Syawal hingga pertengahan Dzulhijjah, setelah itu umat Islam diharap membuka lalu memulai lembaran baru dalam hidupnya pada bulan Muharram.

Mari kita jadikan bulan haram ini sebagai bulan yang menjadikan kita lebih peka lagi terhadap yang haq dan yang bathil. Lebih banyak bermuhasabah atas hal-hal yang kita lakukan dari Muharram-Dzulhijah sebelumnya hingga Allah pertemukan kita kembali di Muharram tahun ini. Apakah lebih banyak kebaikan yang kita lakukan? Atau malah lebih banyak kemaksiatan yang kita jalani? Naudzubillahi mindzalik. Wallahu’alam.

Mari kita bersama-sama menjadi umat Islam yang lebih baik lagi, umat islam kebanggaan Allah, umat islam yang berkualitas, bersemangat dalam mempelajari syariat Islam dan memperhatikan betul generasi peradaban islam selanjutnya, yang harus dipersiapkan sedini mungkin. Dan terus melakukan banyak kebermanfaatan untuk terwujudnya umat islam yang kokoh demi kejayaan Islam kelak. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...