Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Poktan Kecamatan Sukaresmi Dibekali Penerapan Sistem Sertifikasi

33

Poktan Kecamatan Sukaresmi Dibekali Penerapan Sistem Sertifikasi

Pandeglang (10/08/18), Satubanten.com – Untuk Raih Sertifikasi Prima, Poktan Kecamatan Sukaresmi Dibekali Penerapan Sistem Sertifikasi Jaminan mutu diperlukan untuk menjamin keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang dikonsumsi. Untuk peningkatan jaminan mutu PSAT harus dilakukan sertifikasi di setiap wilayah sesuai aturan yang berlaku.

Sebab itu pihak Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pandeglang adakan bimbingan bagi para Kelompok Tani (Poktan) Kecamatan Sukaresmi, tentang cara penerapan sistem sertifikasi bagi pelaku usaha PSAT, “Mereka (Poktan) yang ikut dalam acara temu karya ini akan diberikan penyuluhan untuk mengikuti sertifikasi prima 3 yang aman untuk dikonsumsi,” kata Edi Mulyadi Pelaksana Tugas (Plt) Seksi Kelembagaan Keamanan Pangan pada DKP, pada acara temu karya penerapan sistem sertifikasi bagi pelaku usaha PSAT di Kecamatan Sukaresmi, Kamis (9/8) di Gedung PGRI Kecamatan Suaresmi.

Sertifikat adalah jaminan yang tertulis diberikan oleh institusi lembaga yang telah diakreditasi untuk menyatakan bahwa PSAT ini terbebas dari bahan kimia berbahaya, “Nanti pelaku usaha PSAT akan di survei OKKPD (Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Daerah) yang didampingi oleh DKP,” kata Edi.

Untik menjamin mutu, menurut Edi, ada tiga tingkatan sertifikasi bagi PSAT yaitu sertifikasi Prima 3, Prima 2, dan Prima 1. Kata Edi, jika prima 3 artinya pangan segar ini layak dikonsumsi, prima 2 layak dikonsumsi dan bermutu, sedangkan prima 1 layak dikonsumsi, bermutu, dan ramah lingkungan,”Semua tahapan harus diikuti sebenarnya, tapi kita akan mulai dari tahapan 3 terlebih dahulu agar pangan segar bermutu dapat terwujud, ” jelasnya.

Sementara Bupati Pandeglang Irna Narulita meyakini, masyarakat saat ini sudah beralih kepada pangan organik, karena aman untuk dikonsumsi,” Sertifikasi keamanan pangan sangat penting bagi setiap pengusaha PSAT agar hasil produksi selain sehat, memiliki nilai jual yang tinggi, ” kata Bupati.

Bupati juga menghimbau, untuk mendapatkan sertifikasi itu tentu para petani harus menggunakan mekanisme tanam sesuai dengan penerapan sertifikasi,” Penyuluh harus terus dampingi petani agar menjelaskan berapa takaran pestisida yang boleh dipakai, ” ujarnya.

Selain itu, untuk menuju PSAT yang bermutu dan berkualitas, Bupati Irna berharap, harus bekerjasama dengan stakeholder terkait mulai dari DKP, Distan, Dinkes, BPOM dan OPD terkait lainnya, ” Kita tidak boleh parsial ini butuh kerja bareng. Contohnya, tatacara penanaman, pemupukan, dan perawatan yang baik. Kami harap para petani dapat keuntungan yang luar biasa dari hasil panen nya,” tandasnya.

Ada 200 peserta yang hadir dalam acara Temu Karya tergabung dalam penyuluh dan Poktan dari tiga Desa, yaitu Desa Sesepan, Desa Karyasari, dan Sukasari. Kadis Ketahanan Pangan Pandeglang Moh. Amri dan Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Prov Banten Anshori.(sbs03)

You might also like
Comments
Loading...