Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Mudahnya Budidaya Kerang Hijau

Serang, (10/08/2018) Satubanten.com РWaktu menunjukan pukul 07.30 Waktu Indonesia Barat, dua orang nelayan di Kampung Tanggul, Karangantu Kota Serang sedang menarik tali jaring tambang yang dijadikan rumpon kerang hijau dari kedalaman air laut sekitar 5-7 meter dari atas permukaan laut. Perlahan-lahan  jaring rumpon tersebut terlihat penuh dengan kerang bercangkang hijau toska. Yang kemudian mereka angkat hingga memenuhi geladak kapal kecilnya.

Dengan panjang jaring masing-masing sepanjang 4,5 meter di sebar ke 40 jalur yang ditempelkan pada bambu-bambu berukuran sedang sebagai penahan tali jaring untuk tempat berkembang biaknya kerang hijau.

Salah satu nelayan tersebut ialah Hasan (47) yang sudah menjadi nelayan kerang hijau selama kurang lebih 5 tahun, mengatakan, jika membudidayakan kerang ini tidak membutuhkan modal. Hanya saja membutuhkan waktu yang cukup lama, serta sedikit perawatan agar terhindar dari parasit.

“Sebenernya budidaya kerang hijau ini bisa dibilang murah. Kita gak pake modal, cukup tambang aja sama bambu, sama harus sabar, soalnya agak lama buat panennya,” ujar Hasan.

Namun, setiap bulannya Hasan harus rutin untuk memantau perkembangan bibit kerang agar terhindar dari hama yang menempel pada tambang, atau para nelayan biasa menyebutnya teritip. Tidak hanya hama atau parasit saja, tetapi arus air laut juga dapat mempengaruhi pertumbuhan kerang hijau. “Kalau panen, setiap enam bulan sekali,” jelasnya.

Sementara Sudirman teman melaut Hasan memiliki tugas lain, yaitu melucuti kerang hijau yang masih menempel pada tali jaring tambang dengan menggunakan sarung tangan. “Harus pake sarung tangan, kalo engga bisa pada luka nanti tangannya, ini kan cangkangnya tajem,” katanya.

Karena budidaya dan modal yang terbilang sangat sedikit, kerang hijau pun dijual dengan harga yang cukup murah. Yakni, Rp. 9.000 per kilogram untuk harga kerang hijau kupas atau tanpa kulit, sedangkan Rp 6.000 per kilogram untuk kerang yang masih memiliki cangkang.

Sebelum menjadi nelayan kerang hijau, Hasan dan Sudirman merupakan nelayan kepiting dan rajungan, namun semakin lama semakin sulit untuk mendapatkan kedua hewan bercapit tersebut, hingga akhirnya mereka beralih menjadi nelayan kerang hijau yang menurutnya sangat mudah, murah dan santai. (SBS/029)

Comments
Loading...