Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Kenali Penyakit Anemia Untuk Anak Usia Dini

31

Kekurangan sel darah merah yang anak kecil alami  mampu menimbulkan penyakit Anemia pada usia anak masih dini . Kenali gejala apa saja yang harus diperhatikan dari kondisi ini dan bagaimana cara mengatasinya.

Faktor penyebab anemia pada anak adalah konsumsi makanan yang defisiensi zat besi dan terkena infeksi penyakit seperti cacing dan malaria. Dampaknya, kecerdasan anak dan daya tahannya akan menurun. Anemia pada anak jangan dianggap enteng, diperlukan pendeteksian lebih dini agar apa yang terjadi dapat diatasi dengan lebih baik.

Gejala Anemia pada Anak yang Umum Ditemui

Sebelum mengetahui cara menangani anemia pada anak, ada baiknya Anda mengenali dan mempelajari gejala-gejala anemia yang biasanya muncul. Beberapa gejala tersebut adalah:

  • Kulit yang pucat atau berwarna keabu-abuan, begitu pula pada area kelopak mata dan daging kuku.
  • Mudah lelah.
  • Mudah mengalami infeksi akibat turunnya daya tahan tubuh.
  • Gangguan prestasi belajar.
  • Kulit atau area mata yang berwarna kuning (dialami anak yang sel darahnya berkurang akibat dihancurkan oleh tubuh).
  • Pembesaran limfa.

Gejala lain dapat muncul pada anak yang mengidap anemia serius, yaitu napas pendek, pembengkakan tangan dan kaki, kebiasaan memakan benda aneh, serta denyut jantung yang sangat cepat. Segera temui dokter sebelum kondisi berkembang menjadi permanen dan mengganggu tumbuh kembang anak.

Bagaimana Cara Menangani Anemia pada Anak?

Untuk menangani anemia pada anak, dokter sebelumnya akan melakukan tes darah lengkap untuk memastikan jumlah sel darah merah dan retikulosit, serta menentukan langkah penanganan yang akan dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Adapun langkah-langkah pengobatan anemia yang mungkin diambil adalah:

  • Melakukan penyesuaian pada pilihan menu makanan anak, misalnya menambah konsumsi daging merah dan mengurangi asupan susu hingga 500 ml/hari.
  • Memberikan suplemen zat besi dan vitamin B12
  • Terapi hormon untuk mengatur perdarahan jika anemia dialami remaja perempuan yang siklus haidnya tidak beraturan atau berat.
  • Mengobati infeksi yang memicu anemia.
  • Memberikan obat untuk meningkatkan produksi sel darah merah.
  • Menghentikan konsumsi obat-obatan yang menjadi penyebab anemia.
  • Melakukan tranfusi darah di rumah sakit, pada kasus anemia hemolitik.
  • Mengangkat limfa untuk mencegah sel darah hancur terlalu cepat.
  • Transplantasi sumsum tulang yang bertugas memproduksi sel darah merah baru.

Cara terbaik mengurangi risiko anemia pada anak adalah dengan mencegahnya. Salah satu langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan adalah dengan berusaha untuk tidak  memberikan susu sapi pada anak yang belum berusia 1 tahun. Karena walaupun ASI memiliki kandungan besi yang lebih rendah, namun tingkat penyerapan ASI lebih tinggi dibanding susu sapi. Anda bisa perbanyak sumber zat besi selain ASI atau memberikan anak yang lebih dewasa suplemen zat besi. Pastikan Anda memerhatikan keseimbangan nutrisi anak sehingga anak bisa terhindar juga dari obesitas.

Diskusikan bersama dokter mengenai pilihan menu makanan yang tepat, serta langkah pencegahan dan penanganan anemia pada anak lainnya.

 

Comments
Loading...